
Nismedia.id - Kylian Mbappe kini tengah memperjuangkan gelar juara UCL 2026-2027 bersama Real Madrid. Dalam wawancara bersama media L’Equipe pemain Perancis itu membahas perbedaan ruang ganti dengan klub lamanya, PSG.
Dalam sebuah wawancara yang mendalam, Kylian Mbappe menyampaikan pandangannya mengenai bagaimana ego bekerja di lingkungan tim yang penuh dengan pemain berkualitas. Ia menegaskan bahwa kehadiran sosok-sosok terkenal di satu skuad tak selalu berarti masalah yang besar.
“Itu hal yang normal di setiap ruang ganti,” ujarnya dikutip Nismedia.id dari media L’Equipe.
Pemain asal Perancis itu kemudian membedakan situasi yang ia temui di tahun terakhir berseragam PSG dengan apa yang ia rasakan kini. Ia menyadari bahwa komposisi skuad di Paris saat itu berbeda jauh dengan kondisi di Real Madrid yang dipenuhi nama-nama besar.
“Di tahun terakhir saya di PSG, selain saya, tidak ada bintang. Ousmane Dembele menjadi bintang kemudian,” tambahnya.
Kini di Real Madrid, Kylian Mbappe berbagi lapangan dengan banyak pemain bertaraf dunia. Ada pengalaman berbeda ketika dikelilingi rekan-rekan yang sama-sama menjadi pusat perhatian publik. Namun ia justru melihat hal itu sebagai kekayaan tersendiri bagi lingkungan tim yang saling mengisi.
Pernyataan yang paling menarik perhatian muncul ketika ia membantah anggapan umum bahwa ketenaran seseorang berbanding lurus dengan kebesaran egonya. Ia menyebutkan bahwa pengalaman di lapangan hijau mengajarkannya hal yang berkebalikan dari pandangan masyarakat.
“Orang selalu mengaitkan ego dengan bintang. Padahal, saya pernah melihat pemain yang bahkan tidak ada yang minta foto atau tanda tangan, tapi punya ego yang sangat besar,” ungkapnya.
Kylian Mbappe seakan mengingatkan bahwa penampilan di luar lapangan tak selalu mencerminkan kepribadian asli seseorang. Ada sosok yang terlihat tenang dan sederhana namun menyimpan sifat yang sulit diatur, sebaliknya ada yang menjadi sorotan publik namun tetap rendah hati di ruang ganti.
Pemain berusia 27 tahun itu juga menyampaikan bahwa ia belajar mengenali karakter rekan setimnya dengan melihat sikap mereka sehari-hari, bukan hanya dari seberapa terkenal nama mereka. Hal inilah yang menurutnya menjadi dasar keharmonisan di dalam tim.
Real Madrid sendiri dikenal sebagai klub yang selalu menampung banyak pemain bintang dalam satu skuad. Tradisi ini telah berjalan puluhan tahun dan membuktikan bahwa kesuksesan bisa dicapai meskipun banyak perhatian tertuju kepada beberapa nama saja.






