
Nismedia.id - Staf di sejumlah klub besar Eropa dilaporkan mulai enggan menerima panggilan telepon dari pakar transfer ternama, Fabrizio Romano. Sikap tegas tersebut diambil manajemen klub karena merasa terganggu dengan gaya pemberitaan transfer yang dinilai terlalu cepat dan mengganggu proses negosiasi.
Pihak klub menganggap bahwa publikasi rumor kepindahan pemain yang masih berada pada tahap sensitif berpotensi merusak kesepakatan internal. Kondisi ini membuat hubungan antara perwakilan klub dan jurnalis asal Italia tersebut semakin merenggang.
Kritik Terhadap Slogan Here We Go Milik Fabrizio Romano
Beberapa perwakilan klub kini memandang sosok pemberita transfer tersebut lebih mirip sebagai seorang influencer yang mengganggu daripada jurnalis murni. Kekesalan tersebut muncul lantaran sang pemburu berita kerap menyematkan slogan Here We Go sebelum kontrak resmi disepakati.
Laporan investigasi tersebut menyebutkan bahwa langkah publikasi sepihak itu sering kali mendahului kesepakatan nyata antara dua klub yang bertransaksi. Ketidakpuasan ini mencuat dalam laporan eksklusif yang dikutip nismedia.id dari Daily Mail.
Selain itu, gaya pelaporan yang berfokus pada kecepatan ketimbang ketelitian juga dianggap merugikan pihak-pihak yang sedang bernegosiasi. Manuver ini dinilai sengaja dilakukan demi memunculkan efek dramatis di media sosial semata.
Tudingan Minim Verifikasi Silang dan Isyarat Pensiun
Klub-klub Eropa juga menyoroti kebiasaan jurnalis tersebut yang dinilai hanya mengandalkan informasi satu arah dari agen atau klub tertentu. Proses verifikasi silang atau cross-check kepada pihak lawan bicara kerap diabaikan demi menjadi yang pertama mengunggah kabar breaking news.
Kondisi ini memicu perdebatan luas di kalangan praktisi sepak bola mengenai batasan etika antara jurnalisme olahraga dan aktivitas influencer. Banyak pihak mulai mempertanyakan keakuratan data yang disajikan jika tidak melalui proses konfirmasi yang seimbang.
Di tengah derasnya gelombang kritik dari staf klub Eropa, sang jurnalis dilaporkan telah memberikan isyarat atau kode mengenai rencana pensiunnya dari dunia pemberitaan transfer. Publik kini menanti langkah selanjutnya yang akan diambil sang pakar transfer di masa mendatang.






