Laporan Fabrizio Romano: Robert Lewandowski Buka-bukaan Soal Larangan Cetak Gol di Barcelona

Laporan Fabrizio Romano: Robert Lewandowski Buka-bukaan Soal Larangan Cetak Gol di Barcelona
Potret Robert Lewandowski. (laman: goal.com)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Kabar mengejutkan datang dari Robert Lewandowski yang baru-baru ini membuat pengakuan jujur mengenai situasi internal klub. Melalui laporan Fabrizio Romano, striker asal Polandia tersebut mengungkapkan bahwa dirinya pernah diminta oleh manajemen Barcelona untuk tidak mencetak gol lebih banyak demi menghindari pembayaran bonus kontrak yang sangat besar.

Permintaan aneh kepada Robert Lewandowski ini disinyalir terjadi pada akhir musim 2022/2023. Saat itu, Barcelona memang tengah berada dalam tekanan krisis finansial yang hebat, sehingga manajemen berupaya menekan pengeluaran sekecil mungkin. Salah satu langkah “penghematan” yang diambil adalah dengan mencoba menghindari klausul bonus penampilan yang wajib dibayarkan kepada mantan klubnya, Bayern Munich.

Klausul Bonus 25 Gol yang Menjadi Beban

Sebagai informasi, dalam kesepakatan transfer Lewandowski dari Bayern ke Barca pada musim panas 2022, terdapat klausul khusus yang cukup memberatkan kantong klub. Raksasa Catalan tersebut diwajibkan membayar tambahan dana sebesar 2,5 juta euro atau sekitar Rp42 miliar kepada Bayern Munich jika Lewandowski berhasil membukukan minimal 25 gol dalam satu musim di kompetisi liga.

Pada musim debutnya tersebut, Lewandowski tampil sangat tajam dan berhasil mengoleksi 23 gol yang membawa Barca menjuarai LaLiga untuk pertama kalinya sejak era pasca-Lionel Messi. Dikutip nismedia.id dari laman detikSport, bos-bos Barcelona dikabarkan merasa sangat khawatir jika sang bomber mencapai angka 25 gol, karena hal itu berarti klub harus mengeluarkan dana ekstra di tengah kondisi keuangan yang goyang.

Respon Lewandowski: “Ada Keraguan di Kepala Saya”

Dalam sebuah wawancara terbaru dengan jurnalis Polandia, Bogdan Rymanowski, Lewandowski tidak membantah rumor tersebut. Ia mengaku sangat memahami situasi sulit yang dihadapi klub dan memilih untuk tetap menghormati kebijakan manajemen demi kebaikan kolektif tim, meskipun hal itu berlawanan dengan instingnya sebagai seorang striker.

“Saya sadar dengan situasi klub saat itu. Ada momen di mana Anda harus mengorbankan kepentingan pribadi demi kebaikan klub. Bonus itu bukan jumlah yang kecil bagi Barca yang saat itu sedang berhemat,” ungkap Lewandowski.

Namun, Lewandowski juga mengakui bahwa permintaan tersebut sempat mempengaruhi sisi psikologisnya saat beraksi di atas rumput hijau. “Apakah saya mematuhi permintaan mereka? Sebenarnya hal tersebut terus berada di dalam kepala Anda. Sekalipun persentasenya kecil tapi sudah cukup membuatku sekali merasa ragu-ragu sejenak apakah saya harus mencetak gol atau tidak,” tambahnya.

Dampak pada Statistik Musim 2022/2023

Catatan statistik menunjukkan bahwa Lewandowski akhirnya memang berhenti di angka 23 gol di LaLiga musim itu. Meskipun target 25 gol tidak tercapai dan Bayern Munich batal mendapatkan bonus tambahan, kontribusi Lewandowski tetap dianggap krusial. Ia tidak hanya membantu klub secara finansial lewat “penghematan” tersebut, tetapi juga sukses mengakhiri puasa gelar liga bagi publik Catalan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *