
Nismedia.id - Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman mengeluarkan kebijakan yang cukup mengejutkan dalam laga kontra Singapura. Ia memastikan tim tidak akan melakukan tradisi berkeliling stadion untuk menyapa para suporter yang telah hadir mendukung langsung dari tribun.
Banyak pendukung awalnya merasa kecewa dan bertanya-tanya mengenai alasan dihapusnya tradisi yang selama ini menjadi momen penghormatan bagi para suporter ini. Tradisi berkeliling stadion selalu dinantikan sebagai bentuk terima kasih langsung dari para pemain kepada ribuan penonton yang telah menyemangati selama 90 menit lebih di lapangan.
Namun, penjelasan resmi kemudian disampaikan langsung oleh John Herdman dalam konferensi pers yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK ), Jakarta. Ia menegaskan bahwa keputusan ini sama sekali bukan bentuk ketidakpedulian terhadap dukungan luar biasa yang diberikan oleh masyarakat Indonesia. Justru demi kepentingan terbaik tim dalam persiapan menghadapi pertandingan berikutnya.
John Herdman menjelaskan bahwa jadwal pertandingan yang padat menjadi alasan utama kebijakan tersebut. Kickoff yang berlangsung pukul 20.00 WIB membuat waktu istirahat pemain menjadi sangat terbuka, terlebih karena Timnas Indonesia hanya memiliki jeda dua hari sebelum kembali bertanding melawan Malaysia pada hari Senin.
“Mengingat ini laga pertama turnamen, perjalanan masih panjang, dan kick-off pukul 20.00. Kami perlu memaksimalkan setiap waktu dalam jeda dua hari sebelum melawan Malaysia,” tegas John Herdman dikutip Nismedia.id dari kanal Youtube Liputan 6.
Pelatih asal Inggris itu menambahkan bahwa pemulihan fisik adalah aspek yang sangat krusial di kompetisi dengan sistem pertandingan beruntun dalam waktu singkat. Setiap menit istirahat yang dimanfaatkan dengan baik akan berdampak langsung pada kondisi fisik dan mental para pemain di laga selanjutnya.
John Herdman juga menegaskan bahwa keputusan menghentikan tradisi sementara sama sekali tidak mengurangi rasa hormat dan apresiasi tim terhadap para suporter. Ia menyebut Pasukan Merah Putih tetap ingin tampil maksimal di hadapan pendukung sendiri di setiap kesempatan yang ada.
Keputusan ini diambil secara musyawarah bersama tim pelatih setelah mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan kondisi fisik para pemain. Situasi pertandingan yang berlangsung di malam hari dengan intensitas tinggi membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama dari biasanya.
Menghadapi laga melawan Malaysia, John Herdman menginginkan skuadnya dalam kondisi prima dan segar bugar. Persiapan yang matang dan istirahat yang cukup dianggap lebih penting daripada sekadar momen di lapangan yang dapat ditunda atau diganti dengan cara lain.
Sebagai penutup, pelatih Timnas Indonesia itu menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah mendukung tim di mana pun berada. Ia berharap pengorbanan waktu istirahat ini akan terbayar dengan hasil yang membanggakan di pertandingan-pertandingan mendatang.






