
Nismedia.id - Pembalap Scuderia Ferrari, Lewis Hamilton, menegaskan bahwa ia Siap Lanjutkan Karier di F1 hingga menginjak usia 45 tahun demi menggapai impian besarnya. Pembalap asal Inggris tersebut bertekad tetap tampil di ajang balap mobil jet darat agar dapat merasakan atmosfer kompetisi Grand Prix di Benua Afrika sebelum memutuskan gantung helm.
Keputusan tersebut mencuat setelah pihak pengelola F1 mengumumkan bahwa Rwanda bakal masuk ke dalam kalender balap dunia pada awal dekade 2030-an mendatang. Kehadiran ajang bergengsi di Rwanda tersebut akan menjadi balapan perdana di Benua Afrika sejak terakhir kali digelar pada musim 1993 silam.
Impian Balapan Di Afrika Dan Alasan Lewis Hamilton Siap Lanjutkan Karier
Juara dunia tujuh kali tersebut saat ini telah menginjak usia 41 tahun dan sedang mengarungi musim pertamanya bersama tim asal Italia, Ferrari. Kehadiran balapan di Afrika menjadi tambahan motivasi yang sangat krusial bagi sang pembalap untuk terus mempertahankan kebugaran fisik serta performa puncaknya di lintasan.
Hamilton mengungkapkan secara terbuka bahwa tampil dalam kejuaraan di tanah Afrika sudah menjadi salah satu cita-cita terbesar sepanjang karier profesionalnya. Sang pembalap menegaskan komitmennya untuk berjuang keras mempertahankan posisinya di papan atas demi mewujudkan impian tersebut.
Pria berkebangsaan Inggris itu menyadari tantangan fisik yang harus dihadapi saat bersaing dengan para pembalap generasi muda. “Sekarang saya terpaksa bertahan sedikit lebih lama karena ada balapan di Afrika. Balapan di Afrika sudah menjadi impian saya,” ujar Hamilton menjelaskan ambisinya.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk tetap tampil kompetitif dalam beberapa tahun ke depan demi mengamankan tempat di ajang F1. “Jadi, saya harus terus berjuang untuk menjaga kebugaran. Jika saya bisa terus meraih hasil bagus dalam beberapa tahun ke depan, saya akan terus melanjutkannya,” tuturnya menambahkan.
Pujian Setinggi Langit Untuk Suksesor Muda Di Mercedes
Di samping fokus pada ambisi pribadinya, Hamilton turut memberikan perhatian khusus kepada perkembangan mantan timnya, Mercedes. Ia melemparkan pujian hangat kepada pembalap muda berusia 20 tahun asal Italia, Kimi Antonelli, yang ditunjuk sebagai suksesornya di tim tersebut.
Antonelli saat ini berpeluang besar mencatatkan rekor sejarah baru sebagai juara dunia termuda dalam sejarah F1 musim ini. Keunggulan 102 poin dengan enam seri tersisa menempatkan pembalap belia tersebut dalam posisi yang sangat diuntungkan untuk mengunci gelar juara dunia.
Hamilton menilai bahwa juniornya tersebut memiliki tingkat kedewasaan yang sangat luar biasa untuk ukuran pembalap berusia muda. “Dia tidak membutuhkan saran apa pun. Dia telah menunjukkan bakat dan kemampuannya. Dia menjalani musim yang luar biasa tahun ini. Saya sangat bangga kepadanya dan bagaimana dia membawa dirinya,” ucap Hamilton.
Eks pembalap Mercedes itu juga menegaskan kepuasan pribadinya melihat proses regenerasi berjalan lancar di bekas timnya. “Sangat menyenangkan melihat penampilannya tahun ini. Itu benar-benar mengesankan dan dia pantas menjadi juara. Saya menantikan bisa bersaing dengannya lebih lama lagi,” puji Hamilton menutup pembicaraan.
Sumber: The Independent






