
Nismedia.id - Keputusan megabintang sepak bola, Lionel Messi, yang mengumumkan dirinya pensiun dari timnas Argentina mengejutkan publik olahraga dunia. Pemain berusia 39 tahun tersebut secara resmi mengakhiri perjalanan karier internasionalnya bersama skuad La Albiceleste.
Pengumuman emosional tersebut disampaikan langsung melalui unggahan foto surat tulisan tangan pada akun media sosial pribadinya. Momen perpisahan sang kapten lantas memicu rasa haru mendalam dari para penikmat sepak bola global.
Reaksi Sinis Piers Morgan Usai Lionel Messi Pensiun dari Timnas
Jurnalis senior asal Inggris, Piers Morgan, langsung memanfaatkan momentum tersebut untuk kembali memicu perdebatan. Seperti dikutip nismedia.id dari Bolasport.com, Morgan menilai keputusan gantung sepatu itu mempertegas posisi sang pemain di bawah Cristiano Ronaldo.
“Lionel Messi mengundurkan dari sepak bola internasional setelah mencetak 125 gol untuk Argentina, itu jumlah gol terbanyak kedua dalam sejarah,” tulis Morgan melalui akun X pribadinya.
“Sementara Cristiano Ronaldo telah mencetak 146 gol untuk Portugal, jumlah terbanyak dalam sejarah sepak bola. Ini mengakhiri perdebatan GOAT,” tambahnya.
Sikap tajam Morgan ini bukan hal baru mengingat ia memang dikenal konsisten membela pilar asal Portugal tersebut. Morgan bahkan sempat melayangkan kritik pedas saat laga final Piala Dunia 2026 ketika Argentina takluk dari Spanyol.
Jejak Emas Sang Megabintang Bersama La Albiceleste
Perjalanan panjang Messi dalam membela tim nasional tercatat berlangsung selama kurang lebih 21 tahun. Mantan pemain Barcelona tersebut memulai debutnya pada tahun 2005 silam saat menghadapi Hungaria dalam laga persahabatan.
Sepanjang masa baktinya, penyerang veteran ini berhasil membukukan 207 caps yang menjadi rekor penampilan terbanyak sepanjang sejarah tim nasional. Koleksi 125 gol yang ia ciptakan juga mengukuhkan namanya sebagai pencetak gol tersubur bagi negaranya.
Pengabdian panjang tersebut dilengkapi dengan raihan deretan trofi bergengsi tingkat internasional. Penyerang gaek itu sukses mempersembahkan dua gelar Copa America, satu trofi Finalissima, serta puncak pencapaian berupa gelar juara Piala Dunia.






