Lombok Dipilih Rafa Nadal Tennis Center Pertama di Asia Tenggara

Lombok Dipilih Rafa Nadal Tennis Center Pertama di Asia Tenggara
Ilustrasi Rafa Nadal Tennis Center (Instagram: @rafanadalacademy)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Kabar membanggakan datang bagi dunia olahraga tanah air, khususnya cabang tenis. Rafa Nadal Academy secara resmi menetapkan Lombok, Indonesia sebagai lokasi pendirian pertama di kawasan Asia Tenggara.

Pusat pelatihan ini merupakan cabang dari Rafa Nadal Academy yang awalnya didirikan di Spanyol pada tahun 2014. Meskipun memiliki konsep yang serupa, Rafa Nadal Tennis Center dirancang khusus untuk menyasar semua kelompok usia tertentu. 

Lokasi pembangunannya dipastikan berada di kawasan Samara, wilayah selatan Pulau Lombok yang terkenal dengan keindahan alamnya. Saat ini jaringan Rafa Nadal Tennis Center tersebar di Meksiko, Yunani, Spanyol, Hong Kong, Republik Dominika, dan Mesir. 

Kehadiran pusat pelatihan ini di Lombok menjadi tonggak sejarah sekaligus membuktikan kepercayaan internasional terhadap potensi olahraga di Indonesia. Hal ini sekaligus menjadikan Lombok sebagai destinasi olahraga bertaraf dunia yang semakin diperhitungkan.

Dikutip Nismedia.id dari Instagram @rafanadalacademy, pusat baru ini direncanakan akan mulai beroperasi pada tahun 2028 nanti. Fasilitas yang disiapkan meliputi empat lapangan tenis dan empat lapangan padel lengkap dengan standar internasional.

“Dibuka pada tahun 2028, pusat baru ini akan memiliki 4 lapangan tenis dan 4 lapangan padel, menghadirkan metodologi Akademi Rafa Nadal kepada pemain dari segala usia dan tingkatan,” tulis keterangannya.

Pemilihan Lombok sebagai lokasi didasari oleh berbagai pertimbangan strategis mulai dari potensi pariwisata, ketersediaan lahan, hingga dukungan pemerintah daerah. Sekaligus lokasinya akan menempati kawasan eksklusif Samara Lombok Life.

Sang legenda tenis dunia, Rafael Nadal diketahui tidak akan bertugas sebagai pelatih harian di pusat pelatihan ini. Namun, atlet peraih 22 gelar juara Grand Slam tersebut turut merancang metode pelatihan yang akan diterapkan serta menyusun kurikulum pengembangan bakat.

Kehadiran fasilitas ini nantinya diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet tenis berbakat dari Indonesia maupun negara-negara tetangga. Selain itu, hal ini juga membuka peluang bagi atlet lokal untuk mendapatkan pelatihan bertaraf dunia tanpa harus pergi ke luar negeri.

Pembangunan fasilitas ini dijadwalkan akan segera dimulai dalam waktu dekat dengan target penyelesaian tepat sebelum tahun 2028. Pihak pengelola juga menyebutkan bahwa perekrutan tenaga pelatih akan dilakukan secara selektif.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *