
Nismedia.id - Kiprah gelandang veteran, Luka Modric, dipastikan berlanjut setelah manajemen klub sepakat memperpanjang durasi kerja sama. Kepastian masa depan Luka Modric di AC Milan mengakhiri berbagai spekulasi mengenai rencana pensiun sang pemain pasca-gelaran Piala Dunia 2026.
Legenda tim nasional Kroasia tersebut setuju bertahan di San Siro untuk mengarungi kompetisi musim 2026-2027. Pengumuman resmi mengenai kesepakatan anyar tersebut dijadwalkan bakal dirilis manajemen I Rossoneri dalam waktu dekat.
Peran Zlatan Ibrahimovic dan Masa Depan Luka Modric di AC Milan
Keputusan pemain berusia 40 tahun itu untuk terus bertanding tidak lepas dari pendekatan intensif yang dilakukan oleh jajaran direksi klub. Pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, bersama penasihat senior, Zlatan Ibrahimovic, secara konsisten meyakinkan sang pilar lini tengah agar menunda rencana gantung sepatu.
Performa sang playmaker pada musim sebelumnya memang tergolong sangat impresif di bawah arahan mantan pelatih Massimiliano Allegri. Ia sukses mencatatkan 34 penampilan di panggung Serie A dengan membukukan total 2.816 menit bermain sebelum sempat absen akibat cedera wajah.
Kepastian bertahannya sang veteran sebagaimana dikutip nismedia.id dari Bolasport.com sekaligus bakal melengkapi komposisi tim yang bersiap menjalani tur pramusim di Australia pada awal bulan depan.
Kebutuhan Strategis Pelatih Anyar Ruben Amorim
Pelatih anyar AC Milan, Ruben Amorim, menilai keberadaan sosok senior di dalam ruang ganti sangat dibutuhkan untuk membangun kembali kekuatan tim. Kegagalan menembus zona Champions League pada musim lalu menuntut perombakan mental bertanding secara menyeluruh.
Juru taktik asal Portugal tersebut menyadari bahwa pengalaman internasional serta mentalitas juara yang dimiliki sang pemain akan sangat membantu tugasnya. Kehadiran figur pemimpin senior di lapangan hijau dipandang vital untuk menciptakan atmosfer optimistis di markas latihan klub.
Amorim secara terbuka menyanjung kualitas serta profesionalisme yang ditunjukkan oleh sang pemain selama proses diskusi pramusim. Pelatih baru itu meyakini kepemimpinan sang pengatur serangan akan menjadi pilar utama dalam proyek pembentukan ulang skuad I Rossoneri.






