
Nismedia.id - Joan Capdevila, nama yang tercatat dalam sejarah keemasan Timnas Spanyol mendapatkan masalah untuk menonton final Piala Dunia 2026. Salah satu pemain yang tampil penuh di edisi 2010 itu diduga ikut terseret isu politik.
Namun, saat ia berencana mengunjungi AS. Joan Capdevila mendadak tidak diizinkan memasuki negara tersebut melalui program Sistem Elektronik Otorisasi Perjalanan (ESTA) seperti dikutip Nismedia.id dari Twitter @capde11.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa penolakan itu berkaitan dengan perjalanannya ke Iran beberapa waktu lalu. Ia pernah pergi ke negara tersebut untuk menjalani sebuah pertandingan sepakbola.
Dikutip Nismedia.id dari akun Twitter resmi miliknya @capde11, mantan bek kiri itu mengungkapkan kekecewaannya secara terbuka. Ia bahkan melampirkan foto dirinya saat sedang mengangkat Piala Dunia sebagai bukti jasa-jasanya bagi dunia sepak bola.
“Saya butuh bantuan! Tuan Donald Trump, saya baru saja diberitahu bahwa saya tidak dapat melakukan perjalanan ke final dengan anak-anak saya karena saya ditolak ESTA,” tulis Capdevila dalam unggahannya.
Ia menambahkan bahwa tujuannya pergi ke sana murni untuk menemani anak-anaknya yang sangat mencintai sepakbola. Ia juga berharap bisa bertemu kembali dengan rekan-rekan setimnya yang dulu sama-sama meraih kejayaan di Afrika Selatan.
“Adakah yang bisa membantu saya dalam hal ini? Anda tidak tahu betapa bersemangatnya saya untuk bisa berada di sana, barengan rekan se-tim saya di tahun 2010 untuk menyemangati mereka,” lanjutnya.
Joan Capdevila mengaku sama sekali tidak percaya hal ini bisa terjadi padanya. Baginya, kehilangan momen berharga bersama anak-anaknya adalah hal yang sangat menyakitkan dan tak terbayangkan.
“Saya tidak percaya mereka tak mengizinkan saya memasuki Amerika Serikat. Kehilangan momen seperti ini dengan anak-anak saya yang sangat mencintai sepakbola,” ungkapnya.
Ia kemudian meminta bantuan kepada pihak yang dianggap mampu menyelesaikan masalah ini. Capdevila menyebutkan nama akun @educaciongab dalam harapan agar ada jalan keluar yang cepat.
“Jika ada yang tahu bagaimana menyelesaikannya, saya akan berterima kasih dalam jiwa saya seumur hidup,” tutupnya.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang Amerika Serikat terkait kasus ini. Para penggemar sepakbola pun berharap masalah ini segera diselesaikan agar sang juara bisa mewujudkan rencananya bersama keluarga.






