
Nismedia.id - Mantan pembalap Formula 1, Martin Brundle, memprediksi persaingan antara Mercedes dan McLaren akan berlangsung sangat sengit pada musim balap tahun ini. Brundle menilai tim pabrikan Jerman itu tidak akan tinggal diam melihat tim pelanggannya kembali mendominasi lintasan.
Kesuksesan McLaren meraih gelar juara konstruktor dua kali berturut-turut menggunakan unit tenaga Mercedes tentu menjadi pukulan tersendiri bagi Toto Wolff. Situasi unik antara penyedia mesin dan tim pelanggan ini diprediksi akan memicu rivalitas panas di barisan depan grid F1.
Gengsi Toto Wolff Terusik
Brundle menyoroti posisi psikologis yang dihadapi Toto Wolff selaku pimpinan tim pabrikan. Dikutip nismedia.id dari Liga Olahraga, komentator senior itu membayangkan betapa tidak nyamannya Wolff saat harus melaporkan kepada dewan direksi bahwa tim pelanggan mereka justru lebih sukses daripada tim utama.
“Bisakah Anda bayangkan ketika Toto masuk ke rapat dewan, dan mereka menyebutkan bahwa McLaren, tim pelanggan mereka, telah memenangkan dua kejuaraan dunia terakhir,” ujar Brundle kepada Sky F1.
Menurutnya, dominasi poin McLaren pada musim 2025 yang hampir dua kali lipat dari pesaing terdekat pasti membuat gerah kubu Silver Arrows. Brundle meyakini bahwa sebagai sosok yang sangat kompetitif, Wolff memiliki ambisi besar untuk membalikkan keadaan dan membuktikan superioritas tim pabrikan.
Keunggulan Integrasi Mesin
Meskipun Mercedes difavoritkan bangkit tahun ini, McLaren tentu bertekad mempertahankan gelar mereka. Brundle menjelaskan bahwa secara regulasi, pabrikan tidak bisa memberikan produk atau mesin yang lebih rendah kualitasnya (KW) kepada tim pelanggan. Aturan ini diawasi dengan sangat ketat untuk menjaga sportivitas.
Namun, tim pabrikan tetap memiliki keunggulan dalam hal pengetahuan integrasi. Mereka telah mengembangkan dan menguji unit tenaga tersebut di simulator selama berbulan-bulan, sebuah privilese yang mungkin tidak didapatkan secara utuh oleh McLaren.
“Saya yakin mereka hanya memberi tahu McLaren apa yang harus mereka sampaikan sejauh yang mereka bisa,” tambah Brundle.
Potensi Konflik Di Lintasan
Brundle menutup prediksinya dengan peringatan akan potensi gesekan yang intens. Mercedes yang bangkit akan mati-matian berusaha mengalahkan McLaren, begitu juga sebaliknya.
Kendati demikian, Brundle memberikan catatan menarik. Jika Mercedes gagal memenangkan balapan dengan mobil mereka sendiri, mereka setidaknya masih lebih memilih kemenangan itu jatuh ke tangan tim yang menggunakan mesin buatan mereka, daripada ke pabrikan pesaing lainnya.






