Masalah Geopolitik Bikin Dua Pemain Asing Persita Batal Bela Negara

Masalah Geopolitik Bikin Dua Pemain Asing Persita Batal Bela Negara
Karena masalah geopolitik membuat 2 pemain Persita gagal memperkuat Timnas mereka.
Promo Allegiant

Nismedia.id - Dua pemain asing Persita Tangerang yang berlaga di kompetisi Indonesia dipastikan batal membela negaranya masing-masing pada jeda internasional atau FIFA Matchday periode Maret 2026. Tamirlan Kozubaev dan Pablo Ganet terpaksa mengurungkan niat berseragam tim nasional akibat memanasnya situasi geopolitik global.

Seharusnya, kedua penggawa klub asal Tanah Air tersebut dijadwalkan saling berhadapan dalam laga uji coba internasional. Timnas Kirgiztan yang diperkuat Tamirlan diagendakan bersua dengan Guinea Khatulistiwa yang dibela Ganet di Antalya, Turki, pada hari ini Rabu (25/3/2026).

Kendala Penerbangan Dan Keamanan

Namun, isu geopolitik yang tengah melanda kawasan Timur Tengah membuat rencana tersebut urung terlaksana, dikutip nismedia.id dari Skor.id. Tamirlan menjelaskan bahwa federasi sepak bola negaranya menghadapi kendala administratif sehingga ia gagal berangkat ke Turki.

“Namun karena federasi sepak bola Kirgiztan kesulitan dalam mengurus tiket penerbangan saya ke Turki, maka saya pun dengan berat hati harus mundur dari panggilan kali ini,”

Kekecewaan serupa juga dirasakan oleh Ganet yang sebelumnya sempat berdiskusi dengan Pelatih Persita, Carlos Pena, serta jajaran manajemen tim terkait situasi keamanan tersebut.

“Dan karena situasi perang dan masalah penerbangan, saya memutuskan untuk tidak bergabung dengan tim nasional,”

Gagal Bertemu Di Lapangan

Keputusan berat ini memupus harapan keduanya untuk mencatatkan penampilan tambahan di pentas internasional. Padahal, kedua pemain asing Persita ini memiliki jam terbang tinggi, di mana Tamirlan mencatat 63 penampilan bersama Kirgiztan sejak 2015, sementara Ganet memiliki 56 penampilan untuk Guinea Khatulistiwa.

“Jika situasinya normal saya bisa saja menghadapi Tamirlan di laga uji coba kali ini. Namun karena berbagai alasan hal itu batal terjadi,”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *