
Nismedia.id - Pelatih Timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, menilai Tottenham Hotspur berhak mendapatkan Gelar Juara Liga Inggris musim 2016/2017. Pernyataan tegas tersebut muncul setelah Chelsea terbukti melakukan pelanggaran regulasi finansial.
Pochettino yang kala itu menukangi Tottenham Hotspur merasa persaingan trofi berjalan tidak adil. Kemenangan rival sekota dinilai cacat hukum akibat adanya pelanggaran aturan transfer.
Tuntutan Penyerahan Gelar Juara Liga Inggris Kepada Tottenham Hotspur
Pochettino menegaskan bahwa pencopotan trofi merupakan bentuk keadilan bagi klub yang mematuhi aturan kompetisi, dikutip nismedia.id dari BolaSport.com. Ia merasa kerja keras timnya terenggut oleh tindakan ilegal.
“Mereka dijatuhi hukuman, mereka mengakuinya, jadi ya sudah. Gelar itu seharusnya diberikan kepada tim yang finis di posisi kedua,” ujar Pochettino.
Kekecewaan mendalam masih membekas lantaran skuad asuhannya tampil sangat impresif sepanjang musim. Kegagalan menjuarai kompetisi terjadi akibat terpeleset pada pekan-pekan krusial.
Pelanggaran Regulasi Transfer Dan Sanksi Denda Chelsea
Chelsea diketahui melanggar aturan terkait pembayaran agen dan pihak ketiga sepanjang 2011 hingga 2018. Manajemen klub London Barat itu lantas melaporkan sendiri temuan kesalahan pembukuan kepada Premier League.
Atas tindakan tersebut, The Pensioners hanya dijatuhi sanksi denda sebesar 10 juta pound tanpa hukuman pengurangan poin. Hukuman ringan itu dinilai kurang adil bagi tim runner-up.
“Jika Anda melanggar aturan pada saat itu, ya sudah, gelar juara itu harus diberikan kepada tim lain,” kata Pochettino.






