Media Thailand Ungkap Sisi Gelap Suporter Indonesia Usai Laga Persib Melawan Ratchaburi

Media Thailand Ungkap Sisi Gelap Suporter Indonesia Usai Laga Persib Melawan Ratchaburi
Momen kerusuhan di GBLA setelah match ACL2. (laman: kompas.com)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Kericuhan yang terjadi setelah pertandingan babak 16 besar ACL 2 antara Persib Bandung dan Ratchaburi FC kini menjadi sorotan internasional. Media asal negara gajah putih tersebut secara terang-terangan membongkar sisi gelap suporter Indonesia pasca insiden di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Hal ini dipicu oleh aksi oknum penonton yang memaksa masuk ke dalam lapangan hijau sesaat setelah laga usai.

Skuad Maung Bandung memang harus tersingkir dari kompetisi Asia setelah kalah agregat 1-3 dari tim tamu. Kegagalan melaju ke perempat final tersebut memicu kemarahan penonton yang akhirnya memperlihatkan sisi gelap suporter Indonesia di mata dunia. Kekecewaan atas hasil akhir dan beberapa keputusan kontroversial wasit asal Arab Saudi membuat situasi di dalam stadion menjadi tidak terkendali.

Tim Tamu Terjebak Di Ruang Ganti

Kemarahan penonton yang meluap usai peluit panjang dibunyikan membuat para pemain dan ofisial Ratchaburi FC ketakutan. Mereka tidak bisa langsung keluar dari area stadion dan harus tertahan cukup lama demi alasan keamanan tim.

“Meski ‘Dragon Kings’ merayakan keberhasilan mereka mengamankan tempat di perempat final ACL 2, mereka harus membayar mahal dengan terkunci di ruang ganti selama berjam-jam,” tulis media SiamSport. Momen menegangkan tersebut terjadi saat penonton menyerbu lapangan dengan penuh amarah, dikutip nismedia.id dari BolaSport.com.

Luka Lama Tragedi Kanjuruhan Diungkit

Ulasan media asing tersebut juga menyinggung rekam jejak kelam sepak bola nasional yang sering diwarnai aksi kekerasan melampaui batas. Mereka menilai bahwa insiden kerusuhan semacam ini merupakan bagian dari pola perilaku buruk yang sudah terlanjur mengakar.

“Jika menengok ke belakang, sejarah sepak bola Indonesia seolah ditulis dengan darah,” sebut laporan SiamSport membeberkan fakta memilukan. Media asing itu bahkan kembali menyinggung Tragedi Kanjuruhan sebagai bukti nyata bahwa para penggemar seolah tidak pernah belajar dari kesalahan masa lalu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *