Menang Lawan Myanmar, Timnas Indonesia U-22 Tetap Gagal di SEA Games 2025: Flashback Kelam 2009

Menang Lawan Myanmar, Timnas Indonesia U-22 Tetap Gagal di SEA Games 2025: Flashback Kelam 2009
Potret Timnas Indonesia U-22 (Instagram: @garuda.stats)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Timnas Indonesia U-22 dipastikan gagal melaju ke semifinal SEA Games 2025, meskipun berhasil mengalahkan Myanmar 3-1 di pertandingan terakhir yang digelar di 700th Anniversary Stadium, Bangkok. Kegagalan ini membuat banyak suporter kembali flashback ke SEA Games 2009, sebuah kenangan terburuk yang pernah dialami skuad Garuda Muda.

Hasil ini cukup mengecewakan bagi para penggemar, mengingat tim ini pernah meraih medali emas pada edisi 2023. Salah satu anggota Executive Committee (Exco) PSSI, Arya Sinulingga terkena sasaran kekesalan penggemar. Bahkan sosoknya sampai membuat postingan di Instagram pribadinya jika dirinya tidak tahu menahu terkait kegagalan Timnas Indonesia U-22 di babak semifinal SEA Games 2025. Saking kesalnya, Arya Sinulingga meminta netizen untuk bertanya kepada yang berkaitan.

“Minta maaf untuk urusan Timnas sepak bola SEA Games, saya tidak mengerti. Silahkan tanyakan kepada yang mengerti,” tulisnya dalam postingan Instagramnya.

Hasil pertandingan Indonesia vs Myanmar ini membuat timnas U22 Indonesia hanya menduduki posisi kedua klasemen akhir runner-up terbaik. Kondisi ini membuat mereka tereliminasi meski telah meraih kemenangan di laga penutup Grup C SEA Games 2025. Kekalahan Myanmar atas Indonesia dengan skor 1-3 di National Stadium Sports Complex Main Stadium memastikan Indonesia menjadi juru kunci grup B karena hanya memperoleh 1 poin dari 3 pertandingan. Hasil tersebut merupakan hasil terburuk sejak dua edisi SEA Games sebelumnya. 

Dikutip Nismedia.id dari Instagram @timnasindonesia, gol kemenangan Timnas Indonesia U-22 diberikan oleh Toni Firmansyah di menit ke-45. Sebelum gol Toni Firmansyah Myanmar sempat unggul 1-0 oleh gol Min Maw Oo pada menit ke-29. Setelah imbang, pada menit ke-80 dan 90+5 Jens Raven memberikan bracenya. Meskipun unggul, Indonesia dipastikan tidak lolos ke babak selanjutnya. 

Kegagalan Timnas U-22 Indonesia ke semifinal SEA Games 2025 ini sekaligus menghentikan rentetan keberhasilan Garuda Muda ke empat besar dalam tujuh edisi sebelumnya. Sekaligus mengingatkan Indonesia pada masa terpuruknya pada SEA Games 2009 ketika gagal lanjut ke babak semifinal setelah gagal dari babak Grup B. Pada tahun 2009 lalu Timnas U-23 Indonesia dilatih oleh Alberto Bica.

Pada SEA Games 2009, Timnas Indonesia sempat imbang dari Singapura dengan skor 2-2 namun pada pertandingan selanjutnya mereka berhasil ditaklukkan Timnas Laos dengan skor 0-2 dan Timnas Myanmar dengan skor 1-3. Para pemain yang dimainkan di SEA Games 2009 yaitu Frenky Irawan, Muhammad Ridwan, Rendy, Elvis Nelson, Rahmat Latif, Djayusman Triasdi, Yudi Khoerudin, Ruben Sanadi, Stevie Bonsapia, Mahadirga Lasut, Nasution Karubaba, Egi Melgiansyah, Sultan Samma, Muhammad Fauzan Djamal, Lucky Wahyu, Johan Juansyah, Tony Sucipto, Boaz Solossa, Andika Yudistira, Yongky Aribowo, Dendi Santoso, dan Engelberd Sani.

Awalnya tim SEA Games 2009 dipersiapkan dengan sangat meyakinkan dengan melibatkan 33 pemain dari berbagai kompetisi. Tinggi badan dalam seleksi tersebut sempat dilonggarkan untuk memasukkan pemain berbakat seperti Boaz Solossa. PSSI menyatakan bahwa kesalahan pemilihan pelatih menjadi biang kerok kekalahan Timnas U-23 di SEA Games 2009. Alberto Bica dinilai kurang memahami sepak bola Asia dan memiliki masalah komunikasi dengan pemain. Minimnya uji coba di level internasional juga diduga menjadi penyebab penampilan tim ini sangat mengecewakan.  

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *