Menit Akhir Mimpi Buruk! Ajax Kalah 1-2, Maarten Paes Dibuat Kebobolan 2 Gol Memilukan

Menit Akhir Mimpi Buruk! Ajax Kalah 1-2, Maarten Paes Dibuat Kebobolan 2 Gol Memilukan
Potret Maarten Paes yang kebobolan 2 gol (Instagram: @afcajax)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Ajax Amsterdam harus menelan kekalahan pahit di kandang sendiri saat menjamu FC Utrecht dalam lanjutan Eredivisie 2025-2026, Sabtu dini hari 10 Mei 2026. Klub Maarten Paes tumbang dengan skor tipis 1-2 karena kebobolan dua gol menjelang akhir pertandingan.

Duel berjalan alot dan seimbang sepanjang babak pertama, kedua tim saling berupaya menciptakan peluang namun belum ada gol yang tercipta. Ajax lebih dominan menguasai bola, namun pertahanan Utrecht tampil sangat disiplin dan sulit ditembus hingga jeda pertandingan.

Situasi berubah drastis di babak kedua saat pertandingan memasuki menit ke-81. Niklas Vesterlund berhasil memecah kebuntuan dengan tendangan keras dari luar kotak penalti yang meluncur licin ke pojok bawah gawang. Paes terlihat lambat bereaksi dan gagal menepis bola.

Dikutip Nismedia.id dari akun Instagram resmi @afcajax, Ajax langsung berusaha membalas dan beruntung Wout Weghorst berhasil menyamakan kedudukan hanya tiga menit berselang, tepatnya menit ke-84. Striker andalan itu menyelesaikan umpan silang dengan sundulan akurat, mengubah skor menjadi 1-1 dan membangkitkan kembali semangat seluruh skuad.

Namun, drama memilukan justru terjadi di masa tambahan waktu, tepatnya menit ke-90+6. Mike van der Hoorn, mantan pemain Ajax yang kini membela Utrecht menjadi eksekutor mimpi buruk tim lamanya. Bola meluncur deras ke dekat tiang dekat, dan sekali lagi Paes gagal mengamankan gawang.

Penampilan Paes menjadi sorotan utama pasca laga, banyak pihak menilai penampilan kiper timnas Indonesia ini jauh di bawah standar biasanya. Ia yang dikenal lincah dan tangkas, malam itu terlihat ragu-ragu dalam beberapa pengambilan keputusan krusial di bawah mistar gawang.

Pelatih Ajax berusaha membela anak asuhnya, namun tetap mengakui ada kesalahan mendasar dalam pertahanan malam itu. Menurutnya, kekalahan ini adalah tanggung jawab seluruh tim, bukan hanya individu, meski diakui ada momen-momen yang seharusnya bisa diatasi lebih baik. 

Sementara itu, Van der Hoorn mengaku sangat bahagia bisa mencetak gol penentu kemenangan di kandang mantan timnya. Ia menganggap gol itu sebagai hadiah atas kerja keras seluruh tim yang bertahan dengan disiplin luar biasa sepanjang pertandingan. 

Statistik pertandingan menunjukkan Ajax menguasai 64 persen penguasaan bola dan mencatatkan enam tembakan tepat sasaran, namun hanya satu yang berbuah gol. Sebaliknya Utrecht lebih efisien, mencetak dua gol dari empat kali tembakan tepat sasaran sepanjang laga.

Hasil ini membuat posisi Ajax terancam turun ke peringkat lima klasemen dengan perolehan 55 poin. Hasil ini menjauhkan harapan bersaing di zona juara maupun tiket kompetisi Eropa musim depan. Sisa beberapa laga tersisa, tim kini harus berjuang keras memulihkan kepercayaan diri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *