Mental Baja Megawati Hangestri, Tak Gentar Hadapi Tekanan Proliga 2026

Mental Baja Megawati Hangestri, Tak Gentar Hadapi Tekanan Proliga 2026
Potret Megawati saat diwawancarai. (laman: tribunnews.com)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Putaran kedua Proliga 2026 menjadi panggung pembuktian krusial bagi spiker andalan Jakarta Pertamina Enduro, Megawati Hangestri. Bertindak sebagai tuan rumah di GOR Ken Arok, Kota Malang, pada 5–8 Februari 2026, sang juara bertahan bertekad mengamankan posisi papan atas klasemen.

Pemain yang akrab disapa Megatron ini mengaku lebih menikmati kompetisi musim ini berkat persiapan yang lebih matang. Berbeda dengan musim lalu, tahun ini Megawati bisa mengikuti seluruh rangkaian persiapan tim sejak awal, sehingga kondisi fisik dan mentalnya jauh lebih prima.

Mental Lebih Kuat Berkat Pengalaman Di Korea

Kematangan mental Megawati tidak lepas dari pengalamannya berkarier di luar negeri, khususnya saat merumput di Liga Voli Korea Selatan. Tekanan tinggi sebagai pemain asing di Negeri Ginseng justru menempanya menjadi sosok yang lebih tangguh saat kembali bermain di tanah air.

Megawati merasa mentalnya kini jauh lebih siap menghadapi segala situasi di lapangan. Ia tidak lagi merasa terbebani dengan ekspektasi tinggi, melainkan mengubahnya menjadi motivasi untuk tampil lebih baik.

“Kalau di sini aku jadi pemain lokal, kita lihat mentalnya jadi lebih kuat saja. Sebenarnya dari Korea pulang ke Indonesia, mental aku lebih kuat dibanding sebelumnya,” ungkap Megawati.

Misi Pertahankan Posisi Papan Atas Klasemen

Jakarta Pertamina Enduro saat ini bercokol di posisi kedua klasemen sementara Proliga 2026. Megawati menyadari bahwa mempertahankan gelar juara bertahan memberikan tantangan yang lebih berat, namun ia dan rekan-rekannya siap menjawab tanggung jawab tersebut, terutama sebagai seorang hitter.

“Peringkat dua di klasemen saat ini menjadi motivasi dan juga tanggung jawab. Saya dan teman-teman akan berusaha untuk mengeksekusi setiap peluang yang ada dengan baik,” tegas pemain asal Jember tersebut seperti dikutip nismedia.id dari Kompas.com.

Tak Ambil Pusing Komentar Miring Netizen

Selain tekanan di dalam lapangan, Megawati juga menunjukkan kedewasaannya dalam menyikapi komentar netizen di media sosial. Ia memilih untuk bersikap masa bodoh dan tidak membiarkan komentar negatif memengaruhi performanya saat pertandingan.

Menurutnya, perbedaan budaya saat di Korea memaksanya untuk lebih kuat karena kendala bahasa, sedangkan di Indonesia ia bisa lebih santai berkomunikasi dengan rekan setimnya. Sikap enjoy inilah yang membuatnya tetap fokus mendulang poin demi poin bagi timnya.

“Tidak sih, kalau netizen buat saya biasa saja karena saya tidak pernah berfikir macam-macam. Di sosmed ya baca komentar cuma ‘ngapain sih mereka, kerjaan mereka ngapain’ gitu saja,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *