
Nismedia.id - Otoritas Amerika Serikat secara resmi menolak permohonan visa staf timnas iran menjelang bergulirnya pertandingan fase grup Piala Dunia 2026. Keputusan sepihak ini memicu kekecewaan mendalam bagi pihak federasi yang merasa haknya dirugikan.
Sebanyak 15 anggota ofisial dipastikan gagal masuk ke wilayah administrasi tuan rumah karena tuduhan sensitif dari Departemen Luar Negeri setempat. Kondisi ini membuat persiapan internal skuad menjadi sangat terganggu.
Kekecewaan Mendalam Akibat Penolakan Visa Staf Timnas Iran
Dikutip nismedia.id dari Bola.com, Pengawas Timnas Iran, Mahdi Mohammad Nabi secara terbuka menagih komitmen penuh dari Presiden FIFA, Gianni Infantino. Masalah penolakan dokumen imigrasi ini dinilai murni karena adanya intervensi isu politik yang kompleks.
“Kami berharap Bapak Infantino benar-benar akan melaksanakan kata-kata dan janji yang telah beliau sampaikan kepada tim nasional Iran,” tegas Nabi.
Dampak Buruk Terhadap Persiapan Skuad The Cheetahs
Akibat kekacauan birokrasi ini, skuad The Cheetahs terpaksa memindahkan basis tempat latihan secara mendadak dari Arizona menuju wilayah Tijuana, Meksiko. Manajemen mengeluhkan kurangnya koordinasi dari pihak penyelenggara yang merugikan kesiapan fisik maupun mental para pemain sebelum laga perdana.
Selain rombongan dari Iran, pembatasan akses perjalanan juga berdampak pada beberapa jurnalis asing hingga Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan. Masalah eksternal ini menjadi ujian berat bagi integritas pelaksanaan turnamen akbar sepak bola sejagat tahun ini.






