
Nismedia.id - Langkah berburu pelatih baru terus berlanjut setelah Gennaro Gattuso resmi mengundurkan diri dari kursi kepelatihan Timnas Italia. Direktur Teknik Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Paolo Maldini, mengungkapkan federasi telah menghubungi Carlo Ancelotti sebelum membuka pembicaraan dengan Pep Guardiola.
Keputusan mencari juru taktik baru ini diambil usai skuad Timnas Italia kembali gagal menembus putaran final Piala Dunia 2026. Hasil buruk tersebut memastikan tim berjuluk Gli Azzurri harus absen dalam tiga edisi turnamen tertinggi dunia secara beruntun.
Keputusan FIGC Berburu Pelatih Baru Dan Pendekatan Kepada Ancelotti
Proses negosiasi tingkat tinggi ini dibeberkan secara terbuka sebagaimana dikutip nismedia.id dari Kompas.com. Maldini menegaskan bahwa pihak federasi sengaja membidik sosok pelatih papan atas demi membangun kembali kekuatan tim nasional.
“Kami tidak bisa menyembunyikan fakta bahwa kami juga berbicara dengan Carlo Ancelotti sebelum berbicara dengan Pep. Sejujurnya, kami merasa tepat untuk memulai dengan orang-orang yang kami anggap sebagai yang terbaik di dunia,” kata Maldini dalam press conference.
Kendati demikian, Ancelotti dipastikan tetap bertahan menukangi tim nasional Brasil meski tersingkir pada babak 16 besar. Situasi tersebut membuat federasi mengalihkan fokus kepada kandidat lain yang siap mengusung proyek jangka panjang.
Kandidat Alternatif Dan Proyek Jangka Panjang Timnas Italia
Selain komunikasi dengan Guardiola yang terganjal persoalan nilai gaji serta alasan keluarga, federasi juga mempertimbangkan nama besar lainnya. Mantan pelatih tim nasional seperti Antonio Conte dan Roberto Mancini masuk dalam radar pengawasan federasi.
“Kami sejujurnya tidak bisa memberikan informasi terbaru mengenai apa yang sedang terjadi saat ini,” ujar mantan pemain AC Milan tersebut.
Sosok Andrea Pirlo juga muncul sebagai opsi potensial untuk mengisi posisi kosong di kursi kepelatihan. Pihak federasi menargetkan pelatih terpilih mampu membenahi sistem pembinaan pemain secara menyeluruh demi mengembalikan masa kejayaan tim nasional.






