
Nismedia.id - Insiden mengkhawatirkan sempat mewarnai pertandingan Piala Soeratin U-17 wilayah Jawa Tengah antara Safin Pati melawan BJL 2000 27 Juli. Kejadian itu diwarnai dengan insiden kungfu yang melibatkan Rama Jangkar.
Dalam laga tersebut, salah satu pemain Safin Pati U-17 terlihat melakukan tendangan seakan gerakan “kung-fu kick” tepat ke arah lawan. Sasaran dari tendangan berbahaya itu adalah Rama Jangkar, pemain muda yang membela tim BJL 2000.
Akibat benturan keras dari perbuatan tersebut, Rama Jangkar mengalami cedera yang cukup serius pada bagian bahu kanannya. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan adanya dislokasi parah serta dugaan kerusakan pada ligamen bahu.
Dikutip Nismedia.id dari akun Instagram @safinpatisportsschool.id, pihak Safin Pati Academy menyatakan keprihatinan mendalam. Mereka juga mengkonfirmasi telah berkomunikasi langsung dengan keluarga pemain untuk menyampaikan permohonan maaf.
Komite Disiplin PSSI pun telah menjatuhkan sanksi berat kepada pelaku perbuatan yang melanggar itu. Pemain Safin Pati tersebut dijatuhi hukuman larangan bertanding selama lima tahun ke depan serta denda administratif sebesar lima juta rupiah.
Sanksi ini dinilai sebagai bentuk teguran keras agar kejadian serupa tidak terulang di lapangan sepak bola manapun di Indonesia. Sepak bola harus tetap dijunjung tinggi sebagai olahraga yang mengutamakan sportifitas dan menjaga keselamatan sesama atlet.
Namun tidak berhenti pada persoalan sanksi yang sudah ditetapkan, pihak pengelola Safin Pati Academy bergerak lebih jauh untuk membantu korban. CEO Safin Pati, Rafia, secara resmi berjanji akan menanggung seluruh biaya perawatan medis yang dibutuhkan Rama Jangkar.
“Kami bertanggung jawab penuh atas proses pengobatan dan pemulihan Rama sampai ia pulih sepenuhnya,” ujar pihaknya.
Langkah ini disambut baik oleh keluarga Rama Jangkar maupun pengamat sepak bola karena menunjukkan sikap tanggung jawab yang nyata. Sebelumnya banyak pihak yang bertanya-tanya apakah korban akan mendapatkan dukungan pasca insiden yang sempat memicu keresahan itu.
Pihak Safin Pati juga menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi kesehatan Rama Jangkar dari waktu ke waktu. Mereka berharap Rama dapat segera sembuh total dan bisa kembali berlaga di lapangan hijau seperti cita-citanya sejak kecil.






