
Nismedia.id - Federasi Sepak Bola Iran mengecam keras pernyataan pejabat Amerika Serikat yang merayakan momen Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026. Ketegangan ini mencuat setelah perwakilan pihak keamanan setempat memberikan komentar yang dinilai provokatif dan bermusuhan.
Tim Melli dipastikan gagal melaju ke babak 32 besar setelah hanya mampu memetik tiga hasil imbang selama fase grup. Kegagalan tersebut diperparah dengan friksi politik luar lapangan yang melibatkan kedua belah pihak negara.
Komentar Kontroversial Pejabat Amerika Serikat Setelah Iran Tersingkir
Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (Department of Homeland Security), Markwayne Mullin secara terbuka mengungkapkan kegembiraannya atas kegagalan tim lawan. Komentar kontroversial mengenai pencabutan visa delegasi tersebut dikutip nismedia.id dari Kompas.com berdasarkan laporan ESPN.
“Mungkin saya bahkan sempat menyanyikan satu atau dua lagu atau menari karena bahagia,” kata Mullin.
Pihak keamanan setempat menegaskan bahwa kebijakan pemindahan skuad langsung menuju hotel merupakan bagian dari kesepakatan resmi bersama FIFA. Mullin juga mengklaim adanya keterkaitan sebagian delegasi non-pemain dengan kelompok militer.
Respons Keras Federasi Sepak Bola Iran
Otoritas tertinggi sepak bola negara Timur Tengah tersebut langsung mengeluarkan rilis resmi guna memprotes perlakuan tidak adil sepanjang turnamen. Pelatih Kepala Timnas Iran, Amir Ghalenoei menyebut anak asuhnya sebagai tim yang paling tertindas.
“Rakyat Iran sudah terbiasa dengan perlakuan buruk dan kebohongan para pejabat Amerika Serikat,” demikian pernyataan resmi federasi.
Sebelum meninggalkan pusat latihan di Tijuana, Meksiko, para pemain meninggalkan surat emosional yang memperingati Tragedi Minab. Mereka menegaskan bahwa esensi utama dari ajang olahraga dunia adalah rasa hormat dan martabat kemanusiaan.






