Pelatih PSIM Yogyakarta Akui Ada Kekosongan Usai Ditinggal Manajer Tim

Pelatih PSIM Yogyakarta Akui Ada Kekosongan Usai Ditinggal Manajer Tim
Potret Jean-Paul Van Gastel. (kompas.com)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, mengakui adanya kekosongan dalam internal tim usai kepergian Razzi Taruna. Posisi manajer tim yang krusial kini menyisakan celah teknis yang harus segera diatasi oleh manajemen klub.

Razzi resmi mengumumkan pengunduran dirinya pada akhir April lalu setelah tim menelan kekalahan. Keputusan ini dinilai cukup mengejutkan mengingat peran pentingnya membawa skuad Mataram promosi ke kasta tertinggi Liga Indonesia.

Jasa Manajer Tim Bagi PSIM Yogyakarta

Dikutip nismedia.id dari Bola.com, pria berusia 25 tahun tersebut memiliki kontribusi besar selama tiga tahun menjabat. Puncak prestasinya adalah mengakhiri penantian 18 tahun lamanya untuk menjuarai kompetisi kasta kedua sekaligus mengunci tiket promosi.

Van Gastel secara khusus menyayangkan kepergian sosok yang selama ini banyak membantunya mengurus operasional dan teknis tim.

“Tapi ada celah sekarang karena dia terlibat dalam bagian teknis organisasi. Sekarang dia sudah pergi jadi kami harus mengisi celah itu,”

“Jika Anda bekerja bersama orang-orang, selalu disayangkan jika ada yang pergi karena alasan apa pun,”

Tatap Dua Laga Sisa PSIM Yogyakarta

Meskipun harus kehilangan figur sentral, skuad PSIM dituntut untuk tetap berjuang maksimal menatap sisa kompetisi musim ini. Pelatih asal Belanda tersebut juga mendoakan agar mantan manajernya terus melanjutkan karier di dunia sepak bola.

“Saya berharap dia akan terus bekerja di sepak bola karena saya pikir dia masih muda,”

Saat ini, tim kebanggaan masyarakat Yogyakarta tersebut menduduki posisi ke-11 klasemen sementara kompetisi BRI Super League. Mereka dijadwalkan melakoni dua laga pamungkas melawan Madura United dan Arema FC untuk menutup musim.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *