Pep Guardiola Bicara Palestina Dan Sebut Dunia Telah Meninggalkan Korban Sendirian

Pep Guardiola Bicara Palestina Dan Sebut Dunia Telah Meninggalkan Korban Sendirian
Momen Pep Guardiola saat berbicara soal Palestina. (laman: mediadakwah.id)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, kembali menjadi sorotan publik setelah menyampaikan pandangannya yang emosional terkait konflik kemanusiaan di Timur Tengah. Dalam sebuah acara terbaru, Pep Guardiola bicara Palestina dengan nada kecewa terhadap respons dunia internasional yang dinilai lamban.

Juru taktik asal Spanyol ini menilai bahwa para korban di Gaza seolah dibiarkan menderita sendirian tanpa bantuan yang memadai. Aksi Pep Guardiola ini dilakukan secara terbuka saat ia menghadiri acara penggalangan dana kemanusiaan yang digelar di Barcelona.

Pakai Keffiyeh Dan Soroti Nasib Anak Gaza

Dalam momen penuh haru tersebut, Guardiola tampil berbeda dengan mengenakan keffiyeh saat naik ke atas podium untuk berpidato. Sebagaimana dikutip nismedia.id dari Viva.co.id dan unggahan akun Instagram @faithfullballers, ia merujuk pada sebuah foto memilukan yang memperlihatkan seorang anak kebingungan mencari orang tuanya di tengah reruntuhan.

Mantan pelatih Barcelona itu membayangkan jeritan hati para korban yang merasa ditinggalkan oleh masyarakat dunia di tengah gempuran konflik. Ia menegaskan bahwa situasi di mana seorang anak harus kehilangan masa depannya hanya karena lokasi kelahirannya adalah sebuah kegagalan kolektif dunia.

Konsisten Sebut Tragedi Gaza Sebagai Genosida

Sikap kritis ini bukanlah hal baru bagi Guardiola, mengingat ia secara konsisten menyuarakan keprihatinan atas agresi yang terjadi. Pada November 2025 lalu, ia bahkan secara tegas menyebut tindakan kekerasan di wilayah tersebut sebagai bentuk genosida yang sulit diterima akal sehat.

Guardiola menekankan bahwa tidak ada satu pun alasan kemanusiaan yang bisa membenarkan pembantaian terhadap warga sipil, terutama anak-anak yang tidak berdosa. Ia menyoroti fakta mengerikan bahwa anak-anak tersebut bisa saja merupakan anak kita sendiri yang tewas hanya karena takdir tempat kelahiran mereka.

Kritik Keras Terhadap Diamnya Dunia Internasional

Pernyataan Guardiola ini sejalan dengan laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September 2025 yang menyoroti eskalasi kekerasan dan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza. Konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina ini terus memakan korban jiwa dan memantik reaksi keras dari berbagai tokoh publik, termasuk insan sepak bola dunia.

Kehadiran figur sekelas Pep Guardiola dalam menyuarakan isu ini diharapkan dapat membuka mata dunia lebih lebar. Solidaritas yang ia tunjukkan menjadi pengingat bahwa tragedi kemanusiaan ini memerlukan perhatian serius dan tindakan nyata dari seluruh elemen masyarakat global.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *