
Nismedia.id - Kesuksesan Skuad Garuda merengkuh juara AVC Cup 2026 memicu pembahasan kesejahteraan atlet. Publik kini menyoroti perbandingan gaji pemain voli antara bintang lokal dengan megabintang Korea Selatan.
Prestasi diraih setelah penggawa Merah Putih berjuang maksimal di lapangan. Atas pencapaian bergengsi tersebut, Federasi Bola Voli Indonesia (PBVSI) mengucurkan bonus senilai Rp900 juta untuk tim nasional.
Prestasi Individu Dan Perbandingan Gaji Pemain Voli Di Asia
Sederet bintang seperti outside hitter Boy Arnez Arabi sukses menyabet gelar MVP. Penampilan impresif setter Alfin Daniel Pratama juga menuai pujian tinggi dari media asing karena mampu mengimbangi kapten lawan.
“Pratama tidak kalah saing bahkan ketika berhadapan dengan setter utama tim Korea Selatan, Hwang Taek-ui,” tulis My Daily.
Seperti dikutip nismedia.id dari Kompas.com, ketimpangan pendapatan ini memicu diskusi mendalam mengenai regulasi finansial domestik. Arnez dan Pratama diasumsikan hanya menerima sekitar Rp350 juta dalam satu musim.
Ketimpangan Regulasi Finansial Liga Domestik Dan Luar Negeri
PBVSI sendiri merilis regulasi pembatasan pengeluaran upah pemain lokal maksimal Rp600 juta per bulan. Angka total pagu tersebut rupanya masih berada jauh di bawah pendapatan bintang luar negeri.
“Total kompensasinya mencapai 1,2 miliat won, yang terdiri dari gaji pokok sebesar 900 juta won dan 300 juta won dalam bentuk opsi,” tutup My Daily.
Pendapatan fantastis kapten Uijeongbu KB Insurance Stars, Hwang Taek-eui, membuktikan profesionalisme kompetisi luar. Evaluasi nilai kontrak diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan atlet voli Indonesia ke depan.






