
Nismedia.id - Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, menyampaikan kekhawatirannya terkait masa depan kepemilikan klub Manchester City pascavonis bersalah atas kasus aturan finansial. Pria berusia 56 tahun tersebut merasa cemas pemilik klub, Sheikh Mansour, bakal menjual kepemilikannya akibat sanksi berat yang membayang.
Klub berjuluk The Cityzens tersebut resmi dinyatakan bersalah oleh komisi independen atas 114 pelanggaran regulasi keuangan sepanjang periode 2009 hingga 2018. Ancaman hukuman mulai dari pencabutan gelar juara, degradasi kompetisi, hingga pencabutan izin kepemilikan kini mengintai kubu juara bertahan.
Dampak Investasi Dan Kekhawatiran Terhadap Manchester City
Burnham menegaskan bahwa dirinya tidak akan melakukan intervensi terhadap proses hukum yang sedang berjalan di ranah kompetisi profesional. Seperti dikutip nismedia.id dari Detikcom, ia tak menampik kontribusi besar yang diberikan pihak investor dalam membangun infrastruktur kota maupun membesarkan nama tim.
“Saya akan sangat khawatir jika kehilangan mereka. Mereka telah menjadi mitra yang sangat besar dalam pembangunan Manchester modern dan tentunya dalam pembangunan Manchester City menjadi kekuatan global seperti sekarang ini,” kata Burnham.
“Saya benar-benar berterima kasih kepada City Football Group dan pemilik yang lebih luas atas uang yang mereka investasikan tidak hanya di Etihad Stadium dan kompleks di sekitarnya, tetapi juga di kota ini,” ujarnya.
Skandal Manipulasi Keuangan Dan Ancaman Sanksi
Komisi independen menemukan keberadaan sham deals atau kesepakatan sponsor tidak sah yang dirancang untuk menyamarkan pendanaan klub. Praktik manipulasi keuangan bernilai lebih dari 830 juta poundsterling tersebut dinilai dilakukan secara sistematis selama hampir satu dekade.
Seluruh dugaan pelanggaran regulasi tersebut terjadi setelah konsorsium City Football Group mengambil alih kepemilikan penuh klub pada 2008 silam. Investasi besar-besaran yang dikucurkan pemilik sejak saat itu sukses mengubah peta persaingan sepak bola Inggris dan Eropa.
Meskipun pihak manajemen berencana menempuh jalur banding, ancaman sanksi dari pihak penyelenggara liga tetap membayangi perjalanan klub ke depan. Seluruh pencinta sepak bola kini menanti ketetapan sanksi resmi yang akan dijatuhkan oleh komisi disiplin.






