Perjuangan Janice Tjen Terhenti Tunggal di Wimbledon, Peluang Masih Terbuka di Sektor Ganda

Perjuangan Janice Tjen Terhenti Tunggal di Wimbledon, Peluang Masih Terbuka di Sektor Ganda
Potret Janice Tjen yang gagal di sektor tunggal (Instagram: @janicetjen)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Petenis muda Indonesia, Janice Tjen harus mengakui keunggulan wakil Australia Daria Kasatkina pada babak tunggal putri kedua Wimbledon 2026. Pertandingan yang berlangsung di Lapangan Nomor 3 All England Club, malam ini berlangsung sengit selama tiga set.

Set pembukaan langsung berjalan seimbang dengan kedua pemain saling bertukar pukulan tajam di garis dasar. Janice Tjen sempat memimpin awal namun Kasatkina tampil lebih tenang di poin krusial untuk memenangi tie-break dengan skor 7-5.

Memasuki set kedua, Kasatkina meningkatkan tempo permainan dan memperbaiki akurasi pukulan silangnya. Ia berhasil meraih tiga gim berturut-turut di awal akhirnya set kedua dikuasai wakil Australia itu dengan telak 6-1 dalam waktu kurang dari 30 menit.

Dikutip Nismedia.id dari laman wtatennis.com, Janice Tjen harus puas dengan penampilannya meski harus angkat koper lebih awal dengan dengan skor ketat 7-6(5), 1-6, 4-6. Namun langkahnya di ajang ini masih ada di sektor ganda.

Meski langkah di tunggal sudah terhenti, harapan Janice Tjen belum sepenuhnya pupus. Ia masih memiliki kesempatan berjuan di sektor ganda putri dengan pasangannya, Aldila Sutjiadi. Keduanya akan berusaha memberikan hasil terbaik demi membawa nama Indonesia semakin harum di mata dunia.

Pasangan Janice/Aldila Sutjiadi diketahui baru mulai berkolaborasi dalam beberapa turnamen internasional terakhir. Namun, kombinasi kekuatan pukulan dari garis belakang dan ketajaman permainan di jaring yang dimiliki keduanya dinilai memiliki potensi besar untuk mengejutkan lawan-lawannya. 

Hingga saat ini, jadwal pertandingan babak pertama ganda putri yang melibatkan pasangan Indonesia tersebut belum ditetapkan secara resmi oleh panitia penyelenggara Wimbledon. Jadwal pertandingan biasanya akan diumumkan satu hari sebelum laga berlangsung. 

Kehadiran dua petenis Indonesia sekaligus di babak utama Wimbledon 2026 menjadi sejarah tersendiri bagi olahraga tenis tanah air. Masyarakat Indonesia pun berbondong-bondong memberikan dukungan melalui berbagai media sosial.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *