
Nismedia.id - Persebaya Surabaya mencatatkan kemenangan paling telak sepanjang musim Super League 2025-2026 setelah membungkam Semen Padang dengan skor 7-0. Laga di Stadion Haji Agus Salim menyajikan aksi pesta gol Bajol Ijo.
Keunggulan Persebaya baru berjalan 15 menit ketika Francisco Rivera berhasil membuka keunggulan lewat tembakan jarak dekat yang tak terjangkau kiper lawan. Empat menit berselang, gawang Semen Padang kembali bergetar lewat aksi Arief Catur.
Arief Catur memaksimalkan umpan silang dari sisi kanan pertahanan. Kedua gol awal itu seketika meruntuhkan kepercayaan diri skuad Kabau Sirah yang sebenarnya bertekad memberi perpisahan manis bagi pendukungnya.
Memasuki babak kedua, dominasi Persebaya makin tak terbendung meski tuan rumah berusaha memperbaiki barisan pertahanan. Bruno Moreira Soares menambah keunggulan menjadi 3-0 pada menit ke-49 lewat serangan balik cepat yang dieksekusi dengan sangat tenang.
Semen Padang justru makin kehilangan arah permainan, banyak pemain yang melakukan kesalahan operan, bahkan sulit keluar dari tekanan yang dibangun oleh Bajol Ijo.
Dikutip Nismedia.id dari unggahan akun Instagram @officialpersebaya, Mihailo Perović mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-62 dengan tendangan keras dari luar kotak penalti yang menghujam ke pojok kanan gawang.
Empat menit kemudian, Bruno Paraíba berhasil menambah jumlah gol setelah berhasil menuntaskan eksekusi penalti yang didapat akibat pelanggaran di dalam daerah terlarang. Semen Padang tampak kelelahan dan sulit bergerak.
Paraíba kembali beraksi pada menit ke-73 dengan menyarangkan gol kelima lewat umpan matang dari rekannya di sisi kiri serangan. Ia terlihat sangat lincah bergerak di antara bek-bek lawan, seolah tak terjaga sama sekali sepanjang pertandingan.
Seluruh gol yang tercipta menunjukkan efektivitas permainan serangan Persebaya yang mampu memanfaatkan setiap peluang yang didapatkan dengan sangat baik. Lini tengah menguasai jalannya pertandingan, memutus aliran bola ke depan lawan, dan dengan cepat mengalirkan umpan ke para penyerang.
Kiper Semen Padang menjadi sosok yang paling sibuk sepanjang 90 menit, meski tak banyak yang bisa ia lakukan menahan rentetan tembakan yang datang dari berbagai arah. Beberapa kali ia berhasil melakukan penyelamatan gemilang, namun tak mampu menahan dominasi tim tamu.
Pertandingan ini sekaligus menjadi bukti perbedaan kualitas permainan kedua tim yang cukup jauh di musim ini. Kemenangan besar ini menjadi modal berharga bagi Persebaya untuk membangun semangat di kompetisi musim depan.
Sementara itu, Semen Padang harus menerima kenyataan pahit menutup musim dengan hasil yang kurang memuaskan di hadapan pendukung sendiri. Meski demikian, tim bertekad bangkit dan kembali berlaga di kasta tertinggi dalam waktu dekat.






