
Nismedia.id - Komite Disiplin PSSI kembali merilis daftar sanksi bagi klub termasuk Persib Bandung, panitia pelaksana, maupun individu yang terbukti melakukan pelanggaran selama rangkaian pertandingan kompetisi Liga Indonesia berlangsung.
Keputusan ini diambil setelah melalui kajian mendalam atas laporan pengawas pertandingan, bukti rekaman, serta keterangan pihak terkait yang terlibat dalam setiap laga. Berbagai jenis pelanggaran mulai dari ketertiban penonton, keamanan pertandingan, hingga perilaku pemain di lapangan.
Dari seluruh keputusan yang dikeluarkan, nama Persib Bandung menjadi yang paling banyak muncul dalam daftar pelanggaran dengan total denda yang mencapai ratusan juta rupiah. Berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh kelompok suporter Maung Bandung ini dinilai cukup serius dan berulang kali terjadi dalam pertandingan yang berbeda.
Tidak hanya Persib, sejumlah klub besar lainnya juga tercatat harus menebus kesalahan dengan nilai denda yang tidak sedikit, bahkan ada pemain yang harus absen membela timnya dalam beberapa laga ke depan.
Selain masalah yang ditimbulkan oleh pendukung, kelalaian panitia pelaksana pertandingan juga menjadi catatan berat bagi Komite Disiplin. Tanggung jawab menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pihak yang bertanding dianggap belum berjalan maksimal dalam beberapa kesempatan.
Hal ini tentu menjadi perhatian serius mengingat aspek keamanan merupakan syarat utama terselenggaranya kompetisi yang aman dan tertib sesuai standar yang ditetapkan badan sepak bola nasional.
Dikutip Nismedia.id dari laman resmi pssi.org, rincian keputusan dan sanksi yang telah ditetapkan mulai dari kategori Liga 1 hingga Liga 2 telah dipublikasikan secara terbuka untuk diketahui seluruh elemen sepak bola Indonesia.
Setiap poin keputusan memuat jelas jenis pelanggaran yang dilakukan serta sanksi tegas yang harus dijalani oleh pihak yang bersangkutan guna memberikan efek jera. Berikut adalah rincian lengkap sanksi yang telah diputuskan sesuai jadwal pertandingan yang telah berlangsung.
Kategori Liga 1, Komite Disiplin menjatuhkan sanksi kepada Persis Solo dengan denda sebesar Rp25.000.000. Keputusan ini diambil karena terbukti adanya suporter Persis Solo yang hadir dan memberikan dukungan sebagai pendukung klub tamu dalam pertandingan yang dijalani.
Panitia Pelaksana Pertandingan Arema FC juga terkena sanksi berat berupa denda sebesar Rp40.000.000. Alasan pemberian sanksi tersebut dikarenakan pihak panitia dinilai gagal menjalankan tanggung jawab menjaga ketertiban serta keamanan yang berakibat pada terganggunya kenyamanan tim tamu.
Selain masalah organisasi, perilaku pemain juga menjadi sorotan tajam, salah satunya adalah Diego Robbie Michiels dari Borneo FC Samarinda. Pemain tersebut dijatuhi sanksi skorsing sebanyak dua kali pertandingan serta denda Rp75.000.000.
Pelanggaran yang dilakukan berupa selebrasi berlebihan dengan gerakan menunjuk dan mengepalkan tangan ke arah suporter Persik Kediri. Tindakan tersebut dinilai memancing reaksi negatif dari penonton yang berpotensi memicu keributan di dalam stadion.
Persita Tangerang juga harus membayar denda Rp25.000.000 dengan alasan yang sama seperti Persis Solo, yakni adanya suporter yang hadir sebagai pendukung tim tamu. Panpel Pertandingan Bhayangkara Presisi Lampung FC dikenai denda sebesar Rp25.000.000 akibat kelalaian mengantisipasi kehadiran suporter Persib Bandung.
Persib Bandung mulai masuk dalam daftar panjang pelanggaran dengan sanksi pertama berupa denda Rp25.000.000 karena kehadiran suporter sebagai pendukung tamu. Namun, pelanggaran kedua jauh lebih berat, di mana denda mencapai Rp60.000.000.
Hal ini dikarenakan setelah pertandingan berakhir, terdapat dua orang suporter yang masing-masing berasal dari Tribun Utara dan Selatan nekat masuk ke dalam area lapangan pertandingan tanpa izin resmi dari panitia.
Beralih ke kategori Liga 2, Douglas Nonato Oliveira Cruz dari PSPS Pekanbaru mendapatkan sanksi tambahan berupa larangan bermain satu pertandingan dan denda Rp5.000.000. Pemain ini sebelumnya sudah mendapatkan kartu merah karena tindakan menghalangi tim lawan saat berpeluang mencetak gol. K
Klub FC Bekasi City dihukum denda Rp60.000.000 setelah pertandingan yang mereka jalani berakhir ricuh akibat tindakan pendukung. Sebanyak 6 buah flare dinyalakan oleh suporter mereka yang berada di Tribun Utara.
Sementara Garudayaksa FC terkena denda Rp25.000.000 dikarenakan banyaknya personil yang berkeliaran di area resmi tanpa mengenakan kartu identitas yang sah. Persipura Jayapura mendapatkan dua kali sanksi, pertama denda Rp15.000.000 akibat pelemparan botol air mineral pada menit ke-40, dan kedua denda Rp30.000.000 akibat penyalakan flare usai pertandingan.
Tim Deltras FC juga tidak luput dari sanksi denda Rp25.000.000 karena memiliki lima pemain yang mendapatkan kartu kuning dalam satu laga, yang dianggap sebagai pelanggaran disiplin kolektif tim di lapangan.
Persib Bandung kembali mencatatkan nama dengan pelanggaran berulang yang nilainya semakin besar. Sanksi sebesar Rp60.000.000 dijatuhkan akibat menyalakan tiga buah flare dan dua buah petasan yang tersebar di tiga titik tribun.
Tambahan denda Rp30.000.000 diberikan karena ada penonton yang melempar botol air mineral ke arah lapangan. Masalah ini diperberat dengan kejadian pelemparan benda dalam jumlah banyak dari Tribun Selatan yang juga dikenai denda sama besarnya.
Puncak pelanggaran yang dilakukan oleh suporter Persib Bandung terjadi saat laga di mana pada menit ke-54 terjadi pelemparan petasan lebih dari sepuluh kali hingga laga terhenti empat menit. Usai pertandingan kembali terjadi menyalakan flare dan suara ledakan sebanyak tiga kali.
Komite Disiplin menegaskan bahwa keputusan ini bersifat mutlak dan mengikat bagi seluruh pihak yang terlibat dalam kompetisi. Langkah tegas ini diambil demi menjaga marwah sepak bola Indonesia agar tetap berjalan aman, tertib, dan menghibur tanpa ada gangguan berarti.






