
Nismedia.id - Manajemen Persib Bandung secara resmi mengecam aksi intimidasi yang menimpa rombongan tim di Bandara Sepinggan, Balikpapan. Insiden ini terjadi sehari usai laga pekan ke-32 Super League 2025/2026 melawan Persija Jakarta pada Minggu (10/5/2026).
Selain gangguan kepada pemain, pihak klub juga menyoroti rentetan kekerasan yang dialami oleh para suporter di berbagai daerah. Bahkan, laga derbi klasik yang berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk kubu tamu tersebut harus diwarnai dengan kabar duka.
Duka Mendalam Dan Korban Kekerasan
Dikutip nismedia.id dari Bolasport.com, sejumlah tindakan pengeroyokan dan perusakan menimpa penonton di kawasan Samarinda, Kuningan, Sukabumi, hingga Majalengka. Manajemen klub juga mengonfirmasi adanya satu korban jiwa asal Karawang yang berniat menonton laga sengit tersebut.
“Kami juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya seorang anak berusia 15 tahun di Karawang yang sebelumnya berpamitan kepada keluarganya untuk menonton pertandingan Persib kontra Persija,”
Pengumpulan Bukti Terkait Aksi Intimidasi
Menindaklanjuti berbagai kejadian merugikan tersebut, pihak manajemen saat ini sedang mengumpulkan bukti dan fakta yang ada di lapangan. Mereka berharap semua aparat berwenang dapat segera mengusut tuntas masalah ini guna memberikan kepastian dan rasa aman.
“Persib mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta menghindari tindakan-tindakan yang dapat memperkeruh situasi dan merugikan masyarakat luas,”
Pihak klub terus mengimbau agar seluruh elemen masyarakat tetap mengedepankan rasa empati dan kedewasaan agar situasi keamanan tidak semakin keruh.






