
Nismedia.id - Presiden RI, Prabowo Subianto, secara terbuka mengaku sangat resah melihat kenyataan Timnas Indonesia gagal lolos ke kompetisi tertinggi sepak bola sejagat. Ungkapan tersebut disampaikan di sela acara peluncuran biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9-7-2026), yang disiarkan langsung secara live streaming.
Padahal, skuad Merah Putih sebelumnya dinilai memiliki peluang emas untuk menembus putaran final. Target besar tersebut gagal tercapai setelah skuad Garuda tidak mampu berjuang maksimal pada fase krusial.
Penyebab Utama Timnas Indonesia Gagal Lolos
Langkah tim nasional terhenti setelah menderita hasil buruk dan menjadi juru kunci di Grup B putaran keempat kualifikasi zona Asia. Informasi mengenai kegagalan ini dikutip nismedia.id dari Bola.com.
“Yang masih sulit bagi kita adalah masuk Piala Dunia. Ah, itu yang masih saya pikirkan. Jadi, saya terus resah, terus terang saja saya resah,” ujar Prabowo.
Kekalahan beruntun dari Arab Saudi dan Irak memupus harapan untuk setidaknya mengamankan posisi runner-up demi menjaga asa melalui babak play-off. Hasil ini memicu evaluasi mendalam dari berbagai pihak terkait.
Langkah Strategis Pemerintah Demi Prestasi Sepak Bola
Merespons situasi tersebut, kepala negara langsung mencari Ketua PSSI, Erick Thohir, untuk meminta pertanggungjawaban. Momen penuh keakraban itu diiringi candaan spontan di depan para tamu undangan.
“Sepak bola itu kehormatan. Ya, siapa yang bertanggung jawab? Mana Erick Thohir? Mana Erick Thohir?” ucap Prabowo.
Presiden juga mempertanyakan kesiapan anggaran kepada Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, demi mendongkrak prestasi olahraga nasional. Pemerintah menegaskan komitmen penuh untuk memfasilitasi kebutuhan tim nasional agar mampu bersaing di panggung internasional.






