Presiden Como Tak Gentar Ancaman Hukuman UEFA Soal Aturan Keuangan

Presiden Como Tak Gentar Ancaman Hukuman UEFA Soal Aturan Keuangan
Potret Como yang berpotensi mendapat hukuman UEFA (Instagram: @comofootball)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Presiden Klub Como 1907, Mirwan Suwarso menyuarakan sikap tegas terkait potensi sanksi yang dijatuhkan oleh UEFA. Pernyataan tersebut menyusul pengawasan ketat yang kini diarahkan kepada klub yang berlaga di UCL musim ini.

Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Gazzetta, Mirwan Suwarso menyampaikan pandangannya secara terbuka. Ia menegaskan bahwa setiap konsekuensi yang muncul dari keputusan yang diambil adalah bagian dari tanggung jawab pengurus klub. Sikap lugas ini menjadi sorotan di tengah kekhawatiran banyak klub lain terkait aturan keuangan yang ketat.

“Saya tidak perlu UEFA untuk memberi tahu saya tentang hal itu. Jika Anda harus mendenda kami, denda saja. Itu bagian dari rintangan yang harus kami atasi. Itu konsekuensi normal dari pekerjaan ini,” kata Mirwan Suwarso dikutip Nismedia.id dari Instagram @vivagoal.

Como 1907 yang musim ini tampil di kancah bergengsi UCL akan mendapatkan pengawasan penuh dari UEFA. Langkah pengawasan ini dilakukan guna memastikan kepatuhan klub terhadap kerangka aturan keuangan yang berlaku secara menyeluruh. Semua aspek pengelolaan keuangan akan diperiksa dengan ketelitian tinggi.

Potensi pelanggaran yang diprediksi dapat dihadapi Como yang pertama adalah aturan pendapatan sepak bola yang mewajibkan kerugian bersih dalam tiga tahun terakhir berada di bawah batas enam puluh juta Euro. Kedua adalah aturan Biaya Skuad yang membatasi pengeluaran untuk gaji dan transfer paling banyak tujuh puluh persen dari total pendapatan yang relevan.

Kedua ketentuan tersebut menjadi acuan utama dalam menilai kesehatan keuangan setiap klub peserta kompetisi Eropa. Setiap pelanggaran yang terbukti dapat berujung pada denda hingga pembatasan partisipasi pada musim mendatang. Oleh karena itu, sikap yang ditunjukkan pihak Como dianggap berani dan tidak lazim dibandingkan sikap klub-klub lainnya.

Como 1907 memang melakukan investasi besar-besaran melalui belanja pemain dan juga perbaikan sarana klub semenjak dibeli oleh keluarga Hartono. Dana yang digelontorkan digunakan untuk memperkuat komposisi pemain serta membenahi fasilitas pendukung agar setara dengan standar klub papan atas Eropa.

Besarnya pengeluaran yang dilakukan dalam waktu singkat inilah yang memicu perhatian khusus dari pihak pengawas. UEFA menilai perlu dilakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada pelanggaran batas yang telah ditetapkan.

Mirwan Suwarso menegaskan bahwa semua langkah yang diambil telah melalui pertimbangan matang dan perencanaan jangka panjang. Ia memandang potensi denda bukan sebagai hal yang menakutkan, melainkan sebagai risiko yang sudah diperhitungkan sejak awal.

Saat ini, pihak UEFA belum menjatuhkan keputusan apa pun terkait status kepatuhan keuangan Como 1907. Proses peninjauan masih berjalan dan berbagai data keuangan terus dikumpulkan untuk dievaluasi secara menyeluruh. Hasil dari pengawasan ini akan menjadi acuan penting bagi status klub dalam kompetisi yang sedang dijalani.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *