
Nismedia.id - Presiden FIFA, Gianni Infantino meminta seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan menahan diri. Imbauan ini dikeluarkan menyusul adanya kontroversi penolakan izin masuk terhadap wasit asal Somalia, Omar Artan oleh pihak imigrasi Amerika Serikat.
Pernyataan resmi tersebut disampaikan oleh Infantino dalam agenda konferensi pers khusus yang berlangsung selama 66 menit. Sang presiden secara terbuka merespons berbagai polemik yang mulai mewarnai masa persiapan awal jelang pembukaan turnamen.
Pupusnya Impian Sejarah Omar Artan
Artan sejatinya diproyeksikan untuk mencatatkan tinta emas sejarah sebagai pengadil lapangan pertama asal Somalia di pentas Piala Dunia. Namun, impian besar tersebut terpaksa kandas setelah dokumen izin masuknya ditolak oleh otoritas setempat.
Keputusan sepihak dari pihak imigrasi tuan rumah langsung memicu gelombang kritik tajam dari berbagai pengamat sepak bola global. Banyak pihak mempertanyakan komitmen jaminan keamanan serta kemudahan akses bagi seluruh ofisial resmi pilihan federasi dunia.
Merespons situasi pelik tersebut, Infantino menyampaikan rasa simpati yang mendalam sekaligus menegaskan keterbatasan kuasa lembaga yang dipimpinnya. Hal ini berkaitan erat dengan kedaulatan hukum yang dimiliki oleh pemerintah suatu negara, dikutip nismedia.id dari CNN Indonesia.
“Sangat disayangkan apa yang terjadi pada Omar. Tapi kita tidak bisa mengendalikan segalanya. Kita berusaha, kita berdiskusi, dan kita akan berbicara,” ujar Infantino dalam wawancara bersama Sky Sports.
Imbauan FIFA untuk Redam Ketegangan
Lebih lanjut, pria asal Swiss tersebut meminta publik sepak bola agar tidak terburu-buru meluapkan emosi secara berlebihan di media sosial. Ia menilai langkah komunikasi yang kepala dingin jauh lebih efektif untuk menyelesaikan kendala regulasi.
Pihak federasi internasional memastikan akan terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah Amerika Serikat agar kejadian serupa tidak terulang. Evaluasi menyeluruh terhadap proses dokumen keimigrasian seluruh perangkat pertandingan kini tengah berjalan.
“Mungkin terkadang ada baiknya juga untuk bersantai dan rileks. Kita mengerjakan semuanya dan mencoba menyelesaikan semuanya. Terkadang, berteriak dan marah-marah justru memberikan efek sebaliknya, yaitu menghambat pencarian solusi,” kata Infantino memungkasi.






