
Nismedia.id - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengonfirmasi bahwa pengadil lapangan terbaik asal Afrika, Omar Artan, batal memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026. Keputusan ini diambil setelah kasus Wasit Somalia Gagal Masuk AS mencuat akibat penolakan visa dari pihak imigrasi di Bandara Internasional Miami.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkesan lepas tangan dan memilih untuk tunduk pada regulasi ketat yang diterapkan oleh pemerintah setempat. Sikap ini berbanding terbalik dengan janji manis yang sempat diutarakannya pada tahun lalu mengenai keterbukaan negara tuan rumah.
Kronologi Wasit Somalia Gagal Masuk AS Dan Sikap FIFA
Pihak otoritas tertinggi sepak bola dunia menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan hukum untuk mengintervensi kebijakan imigrasi negara tuan rumah. Mereka memilih untuk sepenuhnya menghormati keputusan mutlak kedaulatan pemerintah setempat terkait pemberian izin masuk bagi perangkat pertandingan.
“FIFA dapat mengkonfirmasi bahwa wasit Omar Abdulkadir Artan tidak akan dapat memimpin pertandingan di Piala Dunia FIFA 2026 setelah ia ditolak masuk ke Amerika Serikat,” kata juru bicara organisasi tersebut seperti dikutip nismedia.id dari CNN Indonesia.
Pembatalan ini memicu polemik luas karena memupus harapan sang pengadil lapangan untuk mencetak sejarah baru di turnamen akbar antarnegara tersebut. Publik menilai ketegasan federasi dalam menegakkan regulasi cenderung tebang pilih.
Perbandingan Kebijakan Dan Kenangan Piala Dunia di Indonesia
Sikap kompromis federasi terhadap aturan hukum Amerika Serikat dinilai sangat kontras dengan kebijakan keras yang pernah menimpa sepak bola tanah air beberapa tahun silam. Pembatalan status tuan rumah turnamen kelompok umur saat itu terjadi ketika seluruh elemen olahraga nasional sedang berjuang maksimal untuk menyukseskan gelaran akbar di tanah air.
“Sesuai dengan ajang FIFA sebelumnya, pemerintah tuan rumah pada akhirnya menentukan siapa yang menerima visa,” tambah juru bicara federasi melalui media Sky Sports.
Kini sang pengadil lapangan terbaik benua hitam tersebut dilaporkan telah diterbangkan kembali menuju Istanbul setelah permohonannya dimentahkan. Keputusan ini memastikan bahwa turnamen bergengsi sejagat raya tahun ini akan bergulir tanpa kehadiran perwakilan resmi dari negara tersebut.






