
Nismedia.id - Persiapan Timnas Iran menuju Piala Dunia 2026 diwarnai ketegangan setelah visa sejumlah ofisial tim ditolak Amerika Serikat. Federasi sepak bola setempat langsung melayangkan protes keras terkait kebijakan diskriminatif tersebut.
Penolakan ini terjadi hanya beberapa hari menjelang sepak mula turnamen akbar yang bergulir mulai sebelas Juni mendatang. Padahal, dokumen perjalanan untuk para pemain dilaporkan sudah disetujui sebelumnya.
Protes Keras Dari Federasi Sepak Bola Timnas Iran
Skuad pemain sejatinya telah menerima visa saat menjalani pemusatan latihan di Antalya, Turki. Bahkan, Duta Besar Amerika Serikat untuk Turki, Tom Barrack, sempat mengapresiasi kelancaran proses dokumen tersebut.
Namun, situasi memanas ketika Kedutaan Besar Iran di Turki mendapati banyak staf pendukung penting tidak mendapatkan izin masuk. Beberapa nama yang ditolak meliputi Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, serta sejumlah analis tim, seperti dikutip nismedia.id dari Bola.com.
“Mengapa Anda tidak mengatakan bahwa visa ditolak untuk sebagian besar staf manajemen dan eksekutif, penasihat teknis, serta pihak-pihak lain yang merupakan bagian integral dari sebuah tim nasional sepak bola?”
Pengalihan Basis Latihan Ke Wilayah Meksiko
Akibat meningkatnya ketegangan politik ini, tim nasional tersebut memutuskan untuk memindahkan basis mereka selama turnamen. Mereka batal bermarkas di Amerika Serikat dan memilih beralih ke kota Tijuana, Meksiko.
Meskipun memilih tinggal di perbatasan Meksiko, seluruh pertandingan fase grup mereka tetap akan dimainkan di Amerika Serikat. Skuad Team Melli sendiri tergabung di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.






