
Nismedia.id - Manajemen PSIM Yogyakarta secara resmi mengumumkan komposisi lengkap tim pelatih yang akan bertugas mengarungi kompetisi Super League 2026/2027. Arsitek tim asal Belanda, Jean-Paul van Gastel, dipastikan bakal didampingi oleh kombinasi asisten pelatih lokal dan asing berpengalaman.
Langkah pengumuman staf kepelatihan ini menjadi bagian dari persiapan matang Laskar Mataram menjelang kick-off kompetisi yang dijadwalkan bergulir pada 4 September mendatang. Kehadiran wajah-wajah baru di jajaran staf diharapkan mampu meningkatkan kualitas taktik serta stabilitas tim.
Rekam Jejak Mentereng Staf Dalam Tim Pelatih PSIM Yogyakarta
Dalam menjalankan tugas utamanya, Van Gastel akan dibantu oleh dua asisten pelatih, yakni Guntur Cahyo Utomo dan Ixsan Fajar Pranoto. Sementara itu, posisi pelatih fisik tetap dipercayakan kepada pria asal Spanyol, Jorge Gomez Alba, yang dinilai sukses menjaga kebugaran pemain pada musim sebelumnya.
Sektor pelatih kiper kini diisi oleh Mario Capece untuk menggantikan Didik Wisnu yang memilih hengkang ke FC Bekasi City. Capece memiliki rekam jejak mentereng karena pernah melatih penjaga gawang legendaris Timnas Meksiko, Guillermo Ochoa, saat membesut klub AEL Limassol di Liga Siprus.
Adapun posisi analis tim diserahkan kepada Aprian Pamungkas untuk melengkapi kedalaman taktis skuad Laskar Mataram. Manajemen klub optimistis bahwa perpaduan kemampuan di jajaran kepelatihan ini dapat melahirkan skema kerja yang solid dan profesional, seperti dikutip nismedia.id dari Bola.com.
“Manajemen PSIM optimistis perpaduan jajaran kepelatihan ini melahirkan kerja sama yang solid dan profesional. Seluruh elemen tim siap bekerja keras demi mewujudkan ambisi meraih prestasi yang lebih baik musim ini,” bunyi rilis resmi klub.
Target Persaingan Laskar Mataram Di Kasta Tertinggi
Selain melengkapi susunan staf teknis, PSIM Yogyakarta juga bergerak aktif memantapkan komposisi pemain di lapangan. Manajemen memutuskan untuk mempertahankan belasan pilar musim lalu sembari mendaratkan empat amunisi baru, yaitu Ahmad Agung, Alwi Fadhillah, Ondrej Rudzan, dan Adrian Purzycki.
Klub kebanggaan publik Yogyakarta ini mematok target untuk tampil lebih kompetitif dan mengamankan posisi di kasta teratas sepak bola nasional. Sang head coach menekankan pentingnya konsistensi dalam mengumpulkan poin pada setiap pertandingan demi menjaga stabilitas posisi tim di papan klasemen.
“Kami fokus untuk meraih poin sebanyak mungkin. Pada awalnya mari kita berusaha untuk bertahan di kasta tertinggi karena saya pikir liga ini telah menjadi jauh lebih kuat dibanding musim lalu,” tegas Van Gastel.
Dengan persiapan intensif dan perombakan struktur teknis yang terencana, Laskar Mataram siap berjuang maksimal demi memberikan hasil terbaik bagi para pendukung setianya.






