PSIS Semarang Desak Kemenangan Walkover Usai Laga Kontra Persiku Kudus Batal

PSIS Semarang Desak Kemenangan Walkover Usai Laga Kontra Persiku Kudus Batal
Promo Allegiant

Nismedia.id - Manajemen PSIS Semarang mendesak operator kompetisi ILeague untuk memberikan kemenangan walkover usai laga tandang melawan Persiku Kudus dibatalkan secara mendadak. Pertandingan yang sedianya digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul tersebut batal terlaksana karena panitia lokal gagal mengantongi izin keamanan.

Pembatalan sepihak yang diumumkan hanya beberapa jam sebelum sepak mula membuat Laskar Mahesa Jenar merasa sangat dirugikan secara finansial maupun persiapan tim. Manajemen klub tamu menilai panitia penyelenggara tidak siap dalam menggelar laga krusial tersebut.

Tuntutan Kemenangan Walkover Dan Kerugian PSIS Semarang

Skuad asuhan tim tamu telah bertolak dan menginap di Bantul sejak dua hari sebelum jadwal pertandingan resmi bergulir. Seperti dikutip nismedia.id dari BolaSport.com, jajaran manajemen menegaskan bahwa tim telah mengeluarkan biaya akomodasi yang tidak sedikit demi melakoni laga tersebut.

Asisten Manajer PSIS Semarang, Reza Handika, menyatakan bahwa keputusan seadil-adilnya harus diambil oleh Komite Disiplin PSSI demi menegakkan regulasi kompetisi. Pihaknya merasa kecewa karena segala persiapan taktis yang disusun menjadi sia-sia akibat kelalaian panitia pelaksana tuan rumah.

“Kalau dari kami, tetap berharap menang WO karena kami merasa dirugikan. Tim sudah berangkat ke sana, biaya juga sudah keluar,” kata Handika.

Sikap Plinplan Tuan Rumah Dan Penyerahan Keputusan Kompetisi

Sebelum pembatalan terjadi, manajemen tim tamu sebenarnya telah menawarkan opsi pertukaran status tuan rumah agar laga bisa digelar di Stadion Jatidiri, Semarang. Namun, tawaran yang diajukan sepekan sebelum laga tersebut ditolak oleh pihak panitia lokal yang optimistis bisa mengamankan izin venue.

Keputusan tuan rumah yang baru menawarkan perpindahan lokasi pertandingan saat tim tamu sudah berada di Bantul dinilai sangat membingungkan. Kondisi tersebut membuat jajaran pelatih dan pemain tidak bisa menerima tawaran susulan karena persiapan laga sudah terlanjur berjalan di lokasi asal.

“Kami menjawab tidak bisa karena sudah sampai di sana. Terkait keputusan atau hasil dari persoalan tersebut, diserahkan kepada Komdis PSSI,” pangkas Handika.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *