
Nismedia.id - Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) berpotensi menerima suntikan dana segar sebesar 20 juta dolar AS atau sekitar Rp371 miliar dari FIFA Fast Forward Programme. Program hibah tersebut digagas untuk mendukung percepatan pembangunan serta pengembangan fasilitas sepak bola di tanah air.
Kucuran dana fantastis tersebut merupakan bagian dari rencana besar badan pengatur sepak bola dunia yang menyiapkan total anggaran sebesar 10 miliar dolar AS bagi 211 negara anggotanya.
Skema Penyaluran Dan Peran FIFA Forward Enterprise
Penyaluran bantuan akan dilakukan secara bertahap melalui anak perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise. Informasi mengenai skema kucuran dana tersebut dikutip nismedia.id dari CNN Indonesia berdasarkan rilis resmi badan tertinggi sepak bola dunia tersebut.
FIFA menawarkan tiga opsi periode jangka panjang mulai dari 2027 hingga 2038 dengan nominal yang terus meningkat pada setiap tahapannya. Entitas baru tersebut nantinya memegang kendali penuh atas otoritas eksklusif, kompetisi, kalender pertandingan, hingga regulasi.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa langkah ini diambil guna memastikan olahraga si kulit bundar dapat menjangkau seluruh kawasan dunia secara merata.
“Sepak bola adalah olahraga paling populer di dunia dan mesin luar biasa untuk pembangunan manusia dan sosial. Sebagai badan pengatur global, FIFA bertanggung jawab untuk memastikan permainan ini menjangkau setiap sudut dunia,” ujar Infantino.
Rekam Jejak Pemanfaatan Dana FIFA Di Indonesia
Meskipun alokasi anggaran disiapkan dalam jumlah besar, pihak otoritas dunia tidak memaksakan seluruh federasi untuk mengambil tawaran tersebut. Bantuan keuangan ini difokuskan bagi anggota yang dinilai memerlukan dukungan pengembangan program.
PSSI sendiri memiliki rekam jejak pemanfaatan dana bantuan dari program serupa pada periode sebelumnya. Dana kucuran tersebut sukses dialokasikan untuk pembangunan fasilitas lapangan sintetis di Sawangan serta pusat pelatihan nasional di Ibu Kota Nusantara.






