
Nismedia.id - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) membawa kabar gembira terkait kepastian bergulirnya kompetisi Liga 1 Putri 2026. Ajang sepak bola putri kasta tertinggi domestik ini rencananya bakal ditabuh mulai November mendatang dengan diikuti oleh enam klub peserta.
Kompetisi diprediksi berjalan sangat menarik karena operator resmi membuka keran bagi penggawa ekspatriat. Langkah berani ini diambil demi mendongkrak kualitas taktik dan persaingan di atas lapangan hijau.
Aturan Regulasi Dan Kuota Pemain Asing Liga 1 Putri 2026
Anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, memaparkan regulasi terkait komposisi skuad untuk musim perdana ini. Pihak federasi membuka kesempatan selebar mungkin bagi talenta luar negeri untuk ikut berkompetisi. Hal ini diungkapkan saat ditemui di Jakarta pada Kamis pekan lalu.
“Pemain asing, kami targetkan ada dua pemain asing yang boleh, di luar pemain diaspora,” ujar Vivin dikutip nismedia.id dari Bola.com.
Kebijakan ini diharapkan memacu para pesepak bola lokal untuk berjuang maksimal meningkatkan kemampuan mereka. Interaksi langsung dengan legiun asing akan memberikan pengalaman berharga bagi para srikandi Merah Putih.
Daya Tarik Bagi Talenta Diaspora Indonesia
Rencana pembukaan kompetisi ini langsung menarik perhatian para pemain keturunan yang berkarier di luar negeri. Beberapa nama andalan tim nasional bahkan dilaporkan sudah mulai mempelajari prospek matang kompetisi ini.
Nama-nama seperti Noa Leatomu dan Estella Loupaty menjadi magnet tersendiri bagi publik sepak bola nasional. Kehadiran mereka diyakini akan menaikkan nilai jual kompetisi secara signifikan.
Selain pematangan taktik, para pemain juga akan mendapatkan benefit komersial yang cukup menggiurkan dari segi finansial. Popularitas di media sosial juga menjadi nilai tambah yang bisa menghasilkan keuntungan melalui skema endorsement.






