
Nismedia.id - Jelang laga pembuka La Liga 2026-2027 melawan Real Betis pada 5 September mendatang, sorotan tertuju pada nama besar yang baru mengumumkan pensiun dari Timnas Argentina. Jose Mourinho menyempatkan berbicara mengenai Lionel Messi dalam konferensi pers.
Bagi Jose Mourinho, membahas sosok Lionel Messi bukanlah hal yang sederhana atau bisa dijelaskan dengan kalimat pendek. Ia mengakui bahwa segala pujian yang sudah terucap selama bertahun-tahun rasanya belum cukup untuk menggambarkan betapa istimewanya pemain asal Argentina itu.
“Berbicara tentang Messi itu rumit. Tidak banyak lagi yang bisa dikatakan; tidak ada kata-kata untuk menggambarkan kualitasnya sebagai pemain,” jelasnya dikutip Nismedia.id dari realmadrid.com.
Lionel Messi tetap menunjukkan kelas dunia meski kini berkompetisi di liga Amerika Serikat (MLS), jauh dari hiruk-pikuk Eropa yang selama ini menjadi panggung utamanya. Di Piala Dunia mendatang, saat usianya mencapai 38 ia tetap membuktikan bahwa kualitasnya belum luntur sedikit pun.
Pengakuan langka datang dari seorang Mourinho yang selama ini dikenal sebagai sosok yang penuh karakter dan prinsip teguh. Pelatih yang dikenal tegas dan lugas ini pun mengakui bahwa ia pun akan merindukan sosok itu ketika masa bermainnya benar-benar berakhir nanti.
“Terkadang ada pemain yang akan kita rindukan. Kita harus menonton beberapa pertandingan MLS, yang sebenarnya tidak terlalu saya sukai, tetapi kita harus menonton beberapa pertandingan untuk memanfaatkan tahun-tahun atau musim-musim terakhir ini,” ujarnya dengan nada tulus dan penuh penghargaan.
Pernyataan tersebut menunjukkan betapa besarnya rasa hormat yang dimiliki pelatih asal Portugal ini kepada pemain yang pernah menjadi lawan terberatnya di sepanjang karir. Ia mengakui bahwa mungkin tidak akan ada lagi yang sejenis dengannya.
“Untuk melihatnya karena dia adalah salah satu pemain yang selalu kita rindukan,” tambahnya.
Dalam pidatonya itu, Mourinho juga menempatkan Lionel Messi pada posisi yang tak tertandingi dalam kurun waktu dua dekade terakhir. Meskipun dulu berada di kubu yang berbeda, rasa hormat profesional dan kekaguman terhadap kualitas individu tetap berdiri tegak tanpa tergoyahkan oleh rivalitas.
“Di generasi kita, selama dua dekade terakhir, kita semua tahu apa artinya dia,” ungkapnya.
Kini memasuki musim baru La Liga 2026-2027, kata-kata ini menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan hanya soal kemenangan atau gelar, tetapi juga tentang menghargai mereka yang meninggalkan jejak abadi di atas lapangan. Lionel Messi mungkin tak lagi bermain di kompetisi Eropa, namun jejak dan pengaruhnya tetap terasa hingga kini.






