
Nismedia.id - Bintang Real Madrid, Toni Kroos mengungkapkan kekaguman mendalamnya terhadap sikap profesional yang ditunjukkan oleh Ousmane Dembele dalam laga semifinal UCL 2025-2026 lawan Bayern Munchen. Dimana hal ini justru jarang dilakukan para pemain.
Hal itu disampaikan mantan gelandang Real Madrid tersebut saat menjadi pembicara dalam program podcast populer yang ia kelola bersama rekannya. Kroos menilai, apa yang dilakukan Dembele merupakan contoh langka yang jarang ditemui di kalangan pesepak bola kelas dunia saat ini.
Momen yang menjadi sorotan terjadi saat tim asuhan Luis Enrique berhadapan dengan Bayern Munchen di ajang bergengsi. Dembele yang dianggap sebagai salah satu pemain terbaik dunia saat itu, justru ditarik keluar oleh pelatihnya pada menit ke-65 pertandingan.
Biasanya, situasi serupa sering memicu reaksi negatif dari para pemain. Banyak yang terlihat protes, menunjukkan wajah kecewa, atau bahkan bersikap acuh tak acuh setelah diganti. Namun, hal yang berbeda terlihat jelas dari sikap Dembele saat harus meninggalkan lapangan hijau.
“Luis Enrique menarik keluar pemain terbaik di dunia pada menit ke-65 saat melawan Bayern dan si pemain keluar begitu saja, itu bagus. Dia menjabat tangan pelatih dan kemudian menyemangati rekan-rekannya dari bangku cadangan,” ujar Kroos seperti dikutip Nismedia.id dari akun Instagram @idextratime.
Menurut penjelasan mantan pemain Bayern Munchen itu, keputusan pelatih memiliki alasan yang sangat jelas dan masuk akal. Dembele memang sudah terlihat kelelahan setelah berjuang keras sepanjang pertandingan, sementara dua penggawa lain yakni Doué dan Kvaratskhelia tampil jauh lebih efektif dan tajam hari itu.
“Mengapa dia mengeluarkannya? Karena dia melihat Dembele sudah kelelahan, dan Doué serta Kvaratskhelia bermain lebih baik hari itu, jadi dia menariknya keluar. Selesai. Tidak ada yang perlu diperdebatkan lebih lanjut,” tambah Kroos.
Yang paling membuat Kroos terkesan adalah ketiadaan keluhan atau penolakan sedikit pun dari Dembele. Sikap tenang dan penerimaan keputusan itu, kata dia, menunjukkan betapa besar rasa hormat yang dimiliki pemain itu terhadap pelatihnya dan sistem kerja sama tim yang dibangun.
“Tidak ada yang mengeluh. Dan itu menunjukkan banyak hal, tentang besarnya rasa hormat yang dimiliki terhadap seorang pelatih. Ini bukan hal yang biasa, apalagi untuk pemain sebesar dan seterkenal Dembele,” tegasnya.
Bahkan setelah duduk di bangku cadangan, Dembele sama sekali tidak memutuskan hubungan dengan jalannya pertandingan. Ia terlihat terus berteriak memberikan instruksi, menyemangati, dan memotivasi rekan-rekan setimnya agar tetap berjuang dan terus maju ke depan.
“Kamu bisa lihat bagaimana dia berteriak kepada rekan setimnya untuk terus maju dari bangku cadangan. Tidak seperti 90% pemain lain yang merasa diri mereka bintang di timnya: mulai membuat gerakan-gerakan protes di lapangan dan kemudian duduk di bangku cadangan seperti anak kecil yang merajuk,” ungkapnya.
Kroos berharap sikap Dembele ini bisa menjadi teladan bagi seluruh pesepak bola, baik yang sudah terkenal maupun yang sedang merintis karier. Sepak bola bukan hanya tentang bakat atau kemampuan teknis semata, melainkan juga tentang kedewasaan, rasa hormat, dan pengabdian terhadap tim.






