
Nismedia.id - Kebangkitan Manchester United dalam beberapa pekan terakhir tidak bisa dilepaskan dari sentuhan magis sang legenda klub, Michael Carrick. Sejak kembali ke Old Trafford bulan lalu, pelatih berusia 44 tahun ini sukses membawa perubahan drastis pada performa tim yang sempat terpuruk.
Namun, di balik sikapnya yang kalem, Joe Cole menilai ada satu senjata rahasia yang dimiliki Carrick dalam memimpin skuad Setan Merah. Mantan rekan setimnya tersebut menyebut bahwa Michael Carrick memiliki mental baja yang menjadi fondasi utama kebangkitan tim saat ini.
Start Menggebrak Di Old Trafford
Penunjukan Carrick sebagai pelatih interim oleh manajemen INEOS pasca perpisahan dengan Ruben Amorim terbukti keputusan tepat. Di bawah komandonya, Manchester United mencatatkan rekor impresif dengan empat kemenangan dan satu hasil imbang di kompetisi Liga Inggris.
Momentum positif ini dimulai dengan kemenangan bergengsi dalam Derby Manchester melawan Manchester City, disusul hasil gemilang kontra Arsenal pada Januari lalu. Tren positif berlanjut saat United melibas Fulham dan Tottenham Hotspur, serta meraih hasil imbang dramatis lewat gol menit akhir melawan West Ham.
“Terbaru, gol penyeimbang di menit akhir saat melawan West Ham memastikan Carrick belum tersentuh kekalahan selama masa jabatannya,” tulis laporan yang dikutip nismedia.id dari Liputan6.com.
Rentetan hasil ini membawa Manchester United kembali masuk dalam bursa persaingan ketat perebutan posisi empat besar klasemen Premier League, sebuah skenario yang sebelumnya sulit dibayangkan.
Rahasia Mental Baja Sang Legenda
Joe Cole, yang pernah bahu-membahu bersama Carrick di akademi West Ham dan Timnas Inggris, mengungkap sisi lain dari sahabatnya itu. Dalam sebuah kesempatan di podcast Could It Be Magic?, Cole meluruskan persepsi publik yang sering menganggap Carrick hanya sosok pendiam.
Menurut Cole, ketenangan Carrick justru menyimpan ketegasan dan karakter personal yang sangat kuat. Ia memiliki ketangguhan mental yang tidak perlu ditunjukkan dengan cara meledak-ledak atau berteriak di pinggir lapangan layaknya pelatih lain.
“Cole menyebut bahwa Michael memiliki ketangguhan mental yang tidak ditunjukkan dengan cara berteriak-teriak kepada pemain,” sebut laman Liputan6.com.
Setiap ucapan yang keluar dari mulut Carrick dinilai selalu terukur dan memiliki makna mendalam bagi para pemain. Cole mengaku terkejut sekaligus bangga melihat dampak instan yang diberikan Carrick, terutama saat mampu memenangi laga-laga besar.
Kepemimpinan Tenang Tanpa Drama
Gaya kepemimpinan Carrick yang minim drama menjadi antitesis dari pelatih-pelatih temperamental. Ia lebih mengandalkan pola komunikasi lugas, pemahaman taktik mendalam, serta wibawa alaminya sebagai mantan gelandang kelas dunia.
Karakter inilah yang dianggap menjadi kunci pulihnya rasa percaya diri di ruang ganti Manchester United. Carrick kini memiliki sisa 12 pertandingan di Liga Inggris untuk membuktikan kapasitasnya. Meski INEOS dikabarkan masih mencari pelatih jangka panjang, performa gemilang Carrick saat ini tentu menjadi bahan pertimbangan serius bagi manajemen klub.






