
Nismedia.id - Klub raksasa Spanyol, Real Madrid desak Javier Tebas mundur dari jabatannya sebagai Presiden La Liga. Tuntutan keras tersebut disampaikan secara terbuka melalui pernyataan resmi klub setelah munculnya polemik terkait dugaan konspirasi wasit yang dinilai merugikan tim.
Ketegangan ini memuncak usai kekalahan dalam laga sengit melawan Atletico Madrid pada pekan lalu. Manajemen klub menganggap kepemimpinan otoritas liga saat ini sudah kehilangan prinsip netralitas yang sangat dibutuhkan oleh seluruh kontestan kompetisi.
Alasan Real Madrid Desak Javier Tebas Mundur
Kritik tajam klub ibu kota muncul setelah sang pimpinan liga dinilai berulang kali menyerang kehormatan tim di depan publik. Informasi yang dikutip nismedia.id dari Bola.com menyebutkan bahwa manajemen merasa tindakan tersebut telah mencederai integritas ajang sepak bola Spanyol.
Manajemen klub menegaskan bahwa kompetisi tingkat tertinggi membutuhkan sosok pimpinan yang mampu bertindak adil tanpa memihak. Evaluasi kepemimpinan dianggap menjadi satu-satunya solusi demi menjaga nama baik kompetisi di tingkat internasional.
“Mengingat perilaku yang tidak pantas ini, yang berlangsung dari waktu ke waktu, kami percaya sepak bola profesional di Spanyol sangat membutuhkan seorang pemimpin yang mampu mengelola dan mengembangkan potensi penuhnya dengan tugas mendasar berupa netralitas,” tulis pernyataan resmi klub.
Tanggapan Javier Tebas Soal Tuduhan Konspirasi
Di sisi lain, Tebas menolak mentah-mentah tuduhan adanya konspirasi yang disengaja untuk merugikan klub asuhan Pelatih Utama Real Madrid, Jose Mourinho. Pihak otoritas menilai narasi kontroversial tersebut hanyalah upaya untuk mengalihkan perhatian dari penampilan tim yang kurang maksimal.
“Mengklaim para wasit diarahkan untuk melawan Real Madrid berarti hidup di galaksi lain,” kata Tebas.
Perselisihan ini sekaligus memperpanjang rekam jejak konflik antara Tebas dan Presiden Real Madrid, Florentino Perez. Situasi hubungan kedua belah pihak kian memanas di tengah upaya tim mengejar ketertinggalan poin dari Barcelona di papan atas klasemen.
“Lebih nyaman menunjuk sebuah konspirasi daripada menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan,” ujar Tebas.






