Real Madrid Update: Kondisi Dean Huijsen dan Rumor Transfer Endrick ke Lyon

Real Madrid Update: Kondisi Dean Huijsen dan Rumor Transfer Endrick ke Lyon
Potret skuad Real Madrid. (Sumber: zamin.uz)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Dilema pemain muda di klub sebesar Real Madrid memang selalu menarik untuk dikupas. Memasuki penghujung tahun 2025, sorotan tajam tertuju pada dua talenta potensial mereka, Dean Huijsen dan Endrick, yang mengalami nasib kontras di bawah asuhan Xabi Alonso.

Real Madrid kini berada di persimpangan jalan antara memberikan menit bermain reguler atau melindungi kondisi fisik pemainnya. Sementara Dean Huijsen berjuang melawan kelelahan ekstrem setelah kalender pertandingan yang padat, Endrick justru menunjukkan performa gemilang di tengah rumor kepindahannya ke Lyon pada bursa transfer Januari mendatang.

Dean Huijsen: Beban Berat Bek Seharga Rp1 Triliun

Datang dengan label harga fantastis mencapai 50 juta poundsterling dari Bournemouth, Dean Huijsen memikul ekspektasi tinggi di pundaknya. Namun, performa bek berusia 20 tahun ini belakangan mulai menurun hingga memicu reaksi negatif dari publik Santiago Bernabeu. Banyak pihak menilai Huijsen kehilangan fokus, terutama setelah hampir melakukan kesalahan fatal saat melawan Sevilla.

Namun, fakta di balik layar menunjukkan hal yang berbeda. Berdasarkan laporan internal, penyebab utama merosotnya performa Huijsen adalah kelelahan fisik yang menumpuk. Seperti dikutip nismedia.id dari laman Bola.net, sepanjang tahun 2025, Huijsen telah memainkan hampir 50 pertandingan baik bersama klub maupun tim nasional. Beban kerja ini dianggap terlalu berat bagi pemain muda yang masih dalam tahap adaptasi. Tiga cedera otot yang sempat dialaminya menjadi bukti bahwa tubuhnya butuh waktu untuk melakukan pemulihan total (recovery) selama libur musim dingin ini.

Endrick: Pembuktian Terakhir Sebelum Hijrah ke Lyon?

Kisah berbeda datang dari lini depan. Endrick, penyerang muda asal Brasil, justru tampil memukau saat diberikan kesempatan langka menjadi starter dalam laga Copa del Rey melawan Talavera. Meski usianya baru 19 tahun, Endrick membuktikan bahwa ia adalah pemain yang paling efektif di skuad. Ia mencatatkan 35 sentuhan, memenangkan 5 duel, dan menciptakan 2 peluang besar, statistik terbanyak dibandingkan pemain Real Madrid lainnya dalam satu laga musim ini.

Sayangnya, penampilan impresif ini seolah menjadi ironi yang menyakitkan yang datang terlambat bagi sang pelatih. Kurangnya menit bermain reguler di bawah sistem Xabi Alonso membuat grafik perkembangan Endrick terkesan stagnan di bangku cadangan. Kabar mengejutkan pun muncul seiring mendekatnya bursa transfer Januari. Kesepakatan peminjaman Endrick ke klub Prancis, Lyon, kabarnya hampir rampung. Jika benar terjadi, laga gemilang melawan Talavera mungkin akan menjadi aksi terakhirnya berseragam Los Blancos musim ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *