
Nismedia.id - Kemenangan dramatis Argentina atas Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 diwarnai oleh kepemimpinan kontroversial Wasit Francois Letexier. Sang pengadil asal Prancis tersebut dinilai memberikan keuntungan bagi skuad juara bertahan di Atlanta Stadium, Rabu dini hari WIB.
Skuad Mesir harus mengubur impian mereka setelah kalah tipis dengan skor 2-3 akibat beberapa keputusan yang diperdebatkan. Hasil ini memicu kemarahan pihak lawan yang merasa dirugikan sepanjang paruh kedua.
Kontroversi Wasit Francois Letexier Pada Paruh Kedua Di Atlanta
Berita ini dikutip nismedia.id dari Bola.com yang menyoroti pembatalan gol Mostafa Zico setelah intervensi video assistant referee. Keputusan krusial tersebut dianggap merugikan momentum kebangkitan tim perwakilan Afrika.
Ketegangan kembali memuncak pada masa injury time ketika pergerakan Mohamed Salah dihentikan di kotak terlarang. Namun, sang pengadil memilih bergeming dan mengabaikan protes keras para pemain.
Kubu lawan langsung memanfaatkan situasi lewat serangan balik cepat yang membuahkan gol penentu kemenangan Enzo Fernandez. Kekalahan ini menyisakan kekecewaan mendalam bagi skuad asuhan Hossam Hassan.
Memori Kelam Skuad Garuda Muda Di Ajang Internasional
Rekam jejak kepemimpinan sang pengadil ternyata meninggalkan luka mendalam bagi pencinta sepak bola tanah air. Sosok pria berlisensi internasional sejak 2017 ini pernah memimpin laga penting tim nasional Indonesia kelompok umur.
Ketika itu, skuad Merah Putih terpaksa menelan kekalahan tipis nol satu dari Guinea dalam laga play-off Olimpiade Paris 2024. Dua keputusan penalti kontroversial dinilai telah menjegal ambisi besar para pemain yang sudah berjuang maksimal.
Pelatih kepala Timnas U-23 Indonesia saat itu, Shin Tae-yong, bahkan harus diusir dari lapangan akibat melakukan protes keras. Absennya teknologi peninjau video membuat kesalahan fatal lapangan tidak dapat dianulir kembali.






