
Nismedia.id - Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) secara resmi menetapkan sanksi Cristiano Ronaldo berupa larangan bermain selama 30 hari serta denda sebesar 255 euro atau sekitar Rp5,1 juta. Keputusan tegas tersebut diambil Dewan Disiplin FPF setelah sang penyerang terbukti sengaja melanggar aturan disiplin organisasi. Sanksi larangan bertanding bagi pemain veteran tersebut mulai dihitung secara efektif sejak 1 Oktober 2026.
Keputusan disiplin federasi tersebut dipicu oleh tindakan sang kapten yang meninggalkan lokasi training center tim nasional di Kopenhagen pada 30 September 2026. Penyerang berpengalaman itu memutuskan pergi menjelang pertandingan tandang melawan Denmark dalam lanjutan turnamen Liga Negara-Negara UEFA. Landasan hukum penetapan sanksi tersebut mengacu pada ketentuan Pasal 160 ayat satu peraturan disiplin FPF.
Pemicu Sanksi Cristiano Ronaldo dan Ketegangan Internal
Aksi meninggalkan training center tersebut berawal dari ketegangan antara Ronaldo dengan pelatih tim nasional Portugal, Jorge Jesus. Perselisihan mencuat setelah pemain berusia 41 tahun itu tidak diturunkan saat Portugal meraih kemenangan 2-1 atas Norwegia. Situasi di dalam internal tim nasional sempat memanas akibat perbedaan pandangan mengenai peran sang kapten di lapangan.
Ronaldo menilai sang pelatih telah dua kali mengingkari janji terkait kesempatan bermain yang akan diberikan kepadanya di tim utama. Di sisi lain, Jesus membantah keras tuduhan tersebut dan menyatakan tidak pernah membuat kesepakatan formal bersama sang pemain. Perbedaan klaim ini memicu ketegangan hingga akhirnya sang penyerang memutuskan keluar dari lokasi latihan.
Dewan Disiplin FPF yang melakukan peninjauan mendalam akhirnya menyatakan sang pemain terbukti melanggar aturan organisasi secara sengaja. Pihak otoritas menegaskan bahwa seluruh regulasi internal wajib dipatuhi oleh setiap anggota tim tanpa terkecuali.
“Menjatuhkan sanksi larangan bermain selama 30 hari,” kata Dewan Disiplin FPF. Pernyataan resmi dari dewan penegak disiplin tersebut menegaskan komitmen otoritas sepak bola dalam menjaga ketertiban seluruh anggota skuat. Hukuman satu bulan ini menjadi bentuk penegakan aturan organisasi yang tidak memandang status bintang pemain.
Permohonan Maaf dan Peluang Kembali ke Timnas Portugal
Sadar akan kekhilafannya, Ronaldo secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rekan setim dan para pendukung. Sang bintang mengaku menyesal karena sempat tidak menyapa para suporter secara langsung usai pertandingan berakhir. Ia menyatakan siap menerima seluruh konsekuensi sanksi dan menegaskan komitmennya untuk tetap membela tim nasional.
Langkah kooperatif yang ditunjukkan sang penyerang mendapat sambutan positif dari Presiden Federasi Sepak Bola Portugal (FPF), Pedro Proença. Proença menegaskan pentingnya kehadiran pencetak gol terbanyak sepanjang masa tersebut bagi keutuhan dan kekuatan tim nasional.
“Semua pihak menginginkan sang kapten kembali bersama kami,” ujar Proença. Ia mengonfirmasi bahwa pintu tim nasional akan selalu terbuka bagi sang penyerang veteran usai masa skorsing berakhir. Pihak federasi juga meyakini keberadaan pemain berpengalaman tersebut sangat dibutuhkan untuk membimbing para pemain muda.
Sanksi larangan bertanding selama 30 hari ini diperkirakan tidak akan mengganggu agenda sang kapten pada laga internasional mendatang. Portugal dijadwalkan bertanding melawan Denmark pada 14 November dan Wales pada 17 November 2026. Meski menjadi sorotan luas di media internasional, pengaruh dan kontribusi besar sang penyerang tetap dinantikan oleh publik sepak bola tanah airnya.
Sumber: RRI






