Ruben Amorim Minta Maaf Kepada Pendukung Manchester United Usai Diresmikan AC Milan

Ruben Amorim Minta Maaf Kepada Pendukung Manchester United Usai Diresmikan AC Milan
Potret Ruben Amorim yang resmi diperkenalkan sebagai pealtih AC Milan. (IG: @acmilan)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Mantan Manajer Manchester United, Ruben Amorim, akhirnya resmi diperkenalkan sebagai juru taktik baru AC Milan. Dalam sesi press conference perdananya, keputusan Ruben Amorim Minta Maaf secara terbuka menjadi sorotan utama para pencinta sepak bola dunia.

Arsitek asal Portugal tersebut menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun bersama raksasa Italia setelah sempat beristirahat sejenak dari lapangan hijau. Kepindahan ini menandai babak baru dalam karier kepelatihannya setelah dipecat dari tanah Inggris pada Januari lalu.

Penyesalan Mendalam Dan Ruben Amorim Minta Maaf

Ungkapan penyesalan tersebut disampaikan langsung oleh sang pelatih karena tidak sempat mengucapkan salam perpisahan kepada publik Old Trafford. Berita emosional ini dikutip nismedia.id dari Kompas.com yang menyadur pernyataan resminya di Italia.

“Satu-satunya yang bisa saya katakan adalah saya banyak belajar dan saya melakukan beberapa kesalahan,” ujar Amorim.

Pria kelahiran Lisboa tersebut mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari kegagalannya menukangi tim Setan Merah. Pengalaman pahit di masa lalu akan dijadikan motivasi besar untuk membawa klub barunya meraih kesuksesan tertinggi di panggung domestik maupun Eropa.

Misi Utama Amorim Mempertahankan Gelandang Veteran

Setelah menyelesaikan urusan masa lalunya, fokus utama sang manajer kini beralih sepenuhnya untuk menyusun kekuatan baru. Tugas krusial pertama yang wajib diselesaikan adalah memastikan masa depan Gelandang AC Milan, Luka Modric, agar tetap berada di dalam tim.

“Modric adalah pemain yang ingin kami pertahankan karena pengalamannya,” kata Amorim menegaskan pilihannya.

Amorim bahkan siap turun tangan langsung untuk meyakinkan pemain bernomor punggung 14 tersebut agar bersedia memperpanjang masa baktinya. Kehadiran sosok senior di atas lapangan dinilai sangat krusial guna menjaga stabilitas permainan serta membimbing barisan pemain muda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *