
Nismedia.id - Christian Pulisic nyaris absen membela AC Milan dalam lanjutan Serie A 2025/2026 melawan Torino lantaran kondisinya sakit. Namun pada hari ini, 09 Desember pukul 02.45 WIB di Stadion Olimpico Grande Torino tersebut, Christian Pulisic bangkit dari sakitnya dan berhasil menjadi penyelamat sementara bagi Rossoneri.
Christian Pulisic sakit demam tinggi selama dua hari bahkan dirinya mengaku merasa seakan mati di tempat tidur. Diketahui, penggunaan istilah mati bagi demamnya laki-laki ini memang telah banyak digunakan sehingga tidak heran jika winger AC Milan itu menggunakannya.
“Dua hari lalu saya mati di tempat tidur dan merasa jauh lebih baik hari ini. Saya senang bisa membantu kemenangan tim daripada mendapatkan 2 gol itu,” ungkapnya setelah pertandingan.
Dalam laga Serie A 2025/2026 tadi pagi, Christian Pulisic duduk di bangku cadangan dan mulai diberi kesempatan bermain saat timnya ketinggalan dua gol oleh tim lawan. Dua gol yang didapatkan tim lawan ini berasal dari penalti Duvan Zapata dan Nikola Vlasic.
Winger kanan AC Milan ini berhasil mencetak brace dengan membawa dua gol untuk tim berjulukan Si Merah Hitam itu dengan skor akhir 3-2 di Stadio Olimpico Grande Torino, markas lawan. Sebelum Pulisic masuk, AC Milan mendapatkan satu skor dari Adrien Rabiot pada menit ke-24.
Dikutip Nismedia.id dari Instagram @acmilan, pemain yang dijuluki Kapten Amerika ini mencetak gol pertamanya di pertandingan AC Milan vs Torino Serie A 2025/2026 sebelum satu menit bergabung. Christian Pulisic dimasukan ke lapangan pada menit ke-66. 2 Gol yang dihasilkan Christian Pulisic di laga AC Milan vs Torino menjadi gol ketujuh Pulisic dalam sembilan penampilan Serie A musim ini.
Pertandingan Serie A 2025/2026 antara AC Milan vs Torino dimulai dengan skenario terburuk bagi Rossoneri (julukan AC Milan) karena Fikayo Tomori melakukan kesaahan fatal dengan handball di kotak penalti. Kesalahan itu memberikan keuntungan bagi Torino lewat eksekusi Nikola Vlasic.
Tidak sampai situ, Duvan Zapata berhasil menggandakan keunggulan untuk Torino dalam waktu kurang dari 20 menit yang membuat Rossoneri tertinggal 2-0 hingga seakan kehilangan arah. Namun Adrien Rabiot berhasil memunculkan harapan Milan berkat tembakan pojok gawang sejauh 29 meter.
Tidak hanya memotong ketertinggalan AC Milan, Adrien Rabiot ini menjadi gol jarak jauh yang dimiliki Rossoneri setelah 2016 lalu pada era Keisuke Honda. Keisuke Honda terkenal dengan tendangan jarak jauhnya yang pada masanya sangat ditakuti kiper lawan.
Setelah gol jarak jauh yang diciptakan Adrien Rabiot, euforia kemenangan AC Milan terganggu dengan Rafael Leao yang mengalami cedera pada otot adductor yang terlihat serius. Rafael Leao cedera saat ingin melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti. Namun tendangannya melenceng hingga membuatnya meringis kesakitan sambil memegang pangkal paha kanan.
Rafael Leao sempat menguji kondisinya dengan berlari kecil namun dirinya langsung menyerah dan berjalan terpincang-pincang ke tepi lapangan lalu duduk di bangku cadangan tanpa menunggu pergantian pemain disiapkan oleh staf Milan.
Setelah insiden menegangangkan itu, AC Milan menyiapkan panggung drama di babak kedua dengan gol dari Christian Pulisic. Keputusan memasukkan Pulisic terbukti langkah genius karena hanya butuh 35 detik di lapangan bisa menyamakan skor dengan tim lawan. Kapten Amerika itu mencetak gol kedua atas umpan Samuele Ricci.






