
Nismedia.id - Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan penerusnya, Gianni Infantino. Ia secara terbuka menyebut badan sepak bola dunia tersebut kini berjalan layaknya sebuah sistem kediktatoran.
Kepemimpinan Infantino dinilai terlalu sentralistik dan mengabaikan peran krusial puluhan anggota dewan eksekutif. Hal ini disoroti secara tajam menjelang bergulirnya turnamen bergengsi Piala Dunia 2026 di kawasan Amerika Utara.
Kritik Tajam Untuk Gianni Infantino
Penilaian terkait gaya kepemimpinan yang terpusat pada satu figur tersebut dikutip nismedia.id dari Kompas.com. Blatter membeberkan pandangannya secara eksklusif dalam wawancara dengan media cetak asal Jerman, Bild.
“Apa itu FIFA saat ini? Semuanya bergantung pada presidennya, Infantino. FIFA adalah sebuah diktator,” ujar Blatter membeberkan pandangannya.
Sentil Kedekatan Dengan Donald Trump
Selain masalah kelembagaan internal, Blatter juga menyoroti kedekatan Infantino dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia khawatir status tuan rumah Piala Dunia 2026 hanya akan dimanfaatkan untuk kepentingan politis sang pemimpin negara.
“Trump akan mengatur pertunjukan publisitas. Dia sudah melakukannya. Untuk itu, dia membutuhkan teman barunya, Presiden FIFA Gianni Infantino,” tegasnya.
Kritik terbuka ini tentu menjadi acuan publik dunia dalam menilai transparansi organisasi tersebut. Terlebih lagi, Blatter sendiri pernah terjerat polemik internal pada tahun 2015 sebelum akhirnya divonis bebas oleh pengadilan Swiss sepuluh tahun berselang.






