
Nismedia.id - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, bersama penyerang sayap Witan Sulaeman mengajak seluruh kelompok suporter untuk menjaga situasi tetap kondusif menjelang pertarungan sengit Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya. Laga panas pekan kesembilan kompetisi Super League 2026-2027 tersebut dijadwalkan berlangsung di Jakarta International Stadium pada Sabtu (7/11/2026) malam WIB. Manajemen tim Macan Kemayoran berharap laga ini dapat berjalan aman tanpa adanya insiden kericuhan di dalam maupun luar arena.
Antusiasme tinggi menyelimuti duel klasik sepak bola nasional ini lantaran sekitar 2.500 suporter Persebaya Surabaya atau Bonek dikabarkan bakal hadir langsung memberikan dukungan di tribune stadion. Kehadiran pendukung tim tamu dalam jumlah besar tersebut memerlukan komitmen bersama agar suasana pertandingan tetap ramah dan aman bagi seluruh pencinta olahraga tanah air. Kedua kubu diharapkan mampu menonjolkan semangat fair play serta rivalitas sehat sepanjang 90 menit laga.
Imbauan Shin Tae-yong Demi Keselamatan Pertandingan
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mengaku semakin memahami betapa fanatik dan besarnya gairah pendukung sepak bola Indonesia sejak menangani klub di level kompetisi liga domestik. Mantan juru taktik tim nasional asal Korea Selatan tersebut sangat mengapresiasi dukungan melimpah yang senantiasa dialirkan oleh para suporter di tribune stadion. Meski demikian, ia menegaskan bahwa fanatisme berlebihan yang memicu tindakan kekerasan sama sekali tidak dapat ditoleransi.
“Saya sangat berterima kasih atas antusiasme dan dukungan mereka. Namun, saya ingin memohon agar tidak ada lagi tindakan kekerasan,” tegas Shin Tae-yong saat memberikan keterangan resmi jelang laga. Juru latih berusia 56 tahun tersebut menambahkan bahwa budaya mendukung klub kesayangan dengan cara-cara anarkistis sangat bertolak belakang dengan nilai luhur olahraga.
Shin Tae-yong juga mendesak jajaran kepolisian dan aparat keamanan untuk menindak tegas setiap oknum yang memicu bentrokan antar pendukung. “Sangat disayangkan jika orang datang ke stadion untuk mendukung tim, tetapi justru melakukan tindakan yang menyebabkan orang lain terluka, saling menyerang, atau terlibat bentrokan,” ujar pelatih berkebangsaan Korea Selatan tersebut. Ia berharap seluruh penonton dapat menikmati jalannya laga dengan aman serta menjunjung tinggi asas persaudaraan.
Pesan Damai Witan Sulaeman
Harapan serupa turut diutarakan oleh penyerang sayap Persija Jakarta, Witan Sulaeman, yang menginginkan agar rombongan suporter Bonek mendapatkan sambutan hangat selama berada di ibu kota. Penggawa tim nasional Indonesia tersebut mengenang momentum positif ketika rombongan Jakmania mendapat sambutan sangat ramah saat bertandang ke markas Persebaya Surabaya pada ajang Piala Presiden lalu. Pengalaman manis tersebut diharapkan dapat terulang kembali di Jakarta demi memelihara hubungan persahabatan antarsuporter.
“Kami berharap teman-teman suporter Persebaya atau Bonek bisa mendapatkan sambutan yang baik ketika datang ke Jakarta,” kata Witan Sulaeman saat ditemui seusai sesi latihan tim. Pemain berusia 25 tahun itu mengimbau agar suasana kondusif dan kehangatan yang tercipta di Jawa Timur bisa direspons secara setimpal oleh tuan rumah Jakmania.
Witan menegaskan bahwa rivalitas sengit dalam dunia sepak bola seharusnya hanya berlangsung selama 90 menit di atas rumput hijau. Setelah peluit panjang dibunyikan pengadil lapangan, seluruh pendukung sepak bola tanah air merupakan saudara yang harus saling menghormati satu sama lain. Ia berharap rajutan keharmonisan antara Jakmania dan Bonek dapat terus terjalin secara abadi hingga masa mendatang.
Sumber: BolaSport






