
Nismedia.id - Fenomena perpindahan para pemain naturalisasi ke kompetisi Super League Indonesia mendapat sorotan tajam dari Head of Scouting Timnas, Simon Tahamata. Nama-nama besar seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, hingga Rafael Struick kini memilih berkarier di tanah air daripada bertahan di Eropa.
Situasi ini memicu perdebatan mengenai regenerasi skuad Garuda dan arah pembinaan usia dini di masa depan. Simon menegaskan bahwa Indonesia sejatinya tidak kekurangan talenta muda berbakat yang layak dipoles untuk level internasional.
Utamakan Bakat Asli Indonesia
Simon mengaku kurang setuju jika Timnas Indonesia terus-menerus bergantung pada pemain naturalisasi. Menurut legenda sepak bola berdarah Maluku ini, wilayah Nusantara yang sangat luas menyimpan potensi besar yang belum tergali secara maksimal oleh para pencari bakat.
Ia bertekad untuk lebih fokus mencari dan memoles bibit-bibit unggul dari dalam negeri. “Kalau saya, saya akan cari anak-anak di sini. Karena di sini ada banyak paket. Indonesia besar, ya,” tegasnya sebagaimana dikutip nismedia.id dari Detik.com.
Pentingnya Menjadi Teladan
Deretan pemain diaspora seperti Jordi Amat, Shayne Pattynama, Dion Markx, hingga Mauro Zijlstra diharapkan bisa memberikan contoh positif bagi ekosistem sepak bola nasional. Simon mengingatkan para pelatih untuk berhati-hati dalam membentuk karakter pemain muda agar tidak meniru hal yang salah.
“Saya ajak mereka main bola, mereka mempengaruhi anak-anak 12, 13 (tahun). Jangan sampai mereka lihat contoh tidak bagus,” sambungnya. Peringatan ini diberikan agar mentalitas generasi penerus tidak rusak oleh budaya instan.
Spekulasi Demi Panggilan Timnas
Keputusan para pemain keturunan ini meninggalkan karier di Eropa memang menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan pencinta sepak bola tanah air. Banyak pihak menduga langkah ini diambil demi memudahkan pemanggilan ke Timnas Indonesia, terutama untuk turnamen regional seperti Piala AFF.
Namun, bagi Simon, fokus utama tetaplah pada pengembangan jangka panjang. “Melatih dengan anak-anak, kita punya masa depan juga untuk bermain di tim nasional. Contoh naturalisasi semua,” tutup Simon saat ditemui di GBK Arena.






