Stamford Bridge Berpeluang Jadi Markas Shakhtar Donetsk Di Champions League

Stamford Bridge Berpeluang Jadi Markas Shakhtar Donetsk Di Champions League
Promo Allegiant

Nismedia.id - Klub raksasa Ukraina, Shakhtar Donetsk, berpotensi menggunakan Stamford Bridge sebagai markas utama mereka untuk mengarungi kompetisi Champions League musim ini. Langkah meminjam stadion milik Chelsea tersebut diambil karena situasi politik serta konflik yang masih berlangsung di negara asal mereka.

Keputusan ini menjadi kabar menarik mengingat Chelsea sendiri dipastikan absen dari panggung antarklub Eropa setelah mengakhiri musim domestik di papan tengah. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh pihak manajemen klub asal Ukraina untuk menjajaki kesepakatan penggunaan arena pertandingan.

Alasan Pemilihan Stamford Bridge Sebagai Arena Pertandingan

Seperti dikutip nismedia.id dari detikSport, negosiasi antara pihak manajemen klub dengan pengelola arena saat ini dilaporkan sedang berjalan secara intensif. Pemilihan lokasi bertanding di ibu kota Inggris tersebut dianggap menjadi opsi terbaik demi menampung dukungan basis pendukung yang cukup besar.

Stadion berkapasitas sekitar 40 ribu tempat duduk ini dinilai ideal untuk menggelar laga-laga besar antarklub Eropa sepanjang fase liga. Penjualan tiket pertandingan diprediksi bakal maksimal berkat besarnya kapasitas tribun dibandingkan opsi tempat bertanding lainnya.

Sebelumnya, tim berjuluk Hirnyky tersebut sempat mempertimbangkan dua opsi arena bertanding lain di area London seperti Craven Cottage dan Gtech Community Stadium. Namun, ukuran kapasitas tempat duduk yang lebih terbatas membuat kedua opsi tersebut akhirnya dikesampingkan.

Dukungan Diaspora Dan Akses Izin Bertanding Di Stamford Bridge

Faktor keberadaan sekitar 100 ribu diaspora warga Ukraina di Inggris menjadi pertimbangan utama di balik pemilihan tempat pertandingan ini. Hubungan baik antara kedua pihak klub yang telah terjalin lama juga semakin memuluskan proses komunikasi penyewaan arena.

Klub asal Ukraina tersebut tercatat tidak bisa bertanding di Donbas Arena sejak tahun 2014 akibat konflik wilayah yang terjadi. Selama ini mereka terpaksa berpindah markas untuk menggelar laga antarklub Eropa di beberapa negara tetangga seperti Jerman, Slovenia, hingga Polandia.

Meski tidak ada potensi jadwal yang berbenturan dengan agenda tim pemilik venue, proses perpindahan markas ini masih memerlukan lampu hijau formal. Kepastian penggunaan arena pertandingan masih menunggu keputusan akhir dari UEFA serta otoritas pemerintah lokal setempat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *